Waspada Virus Zika

Kenali Gejala Penyakit Akibat Virus Zika dan Lakukan Pencegahannya

Virus Zika yang menghebohkan dunia internasional, ternyata bukanlah virus baru di Indonesia.

tribunnews batam/anne maria
Seminar Apa yang Perlu Kita Ketahui Tentang Virus Zika di RS Awal Bros, Sabtu (13/2/2016) pagi. ? 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM- Virus Zika yang menghebohkan dunia internasional, ternyata bukanlah virus baru di Indonesia.

Virus yang sedang hangat diperbincangkan oleh masyarakat ini sudah muncul pertama kali di Indonesia tahun 1978 saat ada penelitian terhadap 30 pasien di RS Tegalyoso, Klaten.

Selanjutnya, ditemukan kembali di tahun 2013, saat ada turis Australia yang tertular virus Zika ketika berkunjung ke Jakarta.

Hal itu seperti yang terungkap dalam seminar awam "Apa yang Perlu Kita Ketahui Tentang Virus Zika" di RS Awal Bros, Sabtu (13/2/2016) pagi. ‎

Dokter Arif Koeswandi, SPPD, KGEH, salah satu pembicara dalam seminar tersebut mengatakan saat ini virus tersebut sedang merebak di beberapa negara di Amerika Selatan, seperti Brazil, Bolivia, Colombia, Equador, dan lainnya.

Menurut Arif, seseorang bisa terinfeksi Zika jika digigit nyamuk pembawa virus Zika.

Penularannya sama dengan penularan demam berdarah atau chikungunya, yakni melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti yang membawa virus Dengue.

"‎Gigitannya di siang hari, karena nyamuk ini aktifnya di siang hari. Nyamuk bisa berkembang biak di luar atau di dalam ruangan, utamanya di genangan air. Kalau secara kasat mata bisa diperhatikan nyamuknya punya kaki belang-belang,"ujar Arif.

Ia menyatakan, selain melalui gigitan nyamuk, virus Zika diduga bisa ditularkan melalui proses transfusi darah dan hubungan seks, meskipun dugaan ini belum bisa dibuktikan kebenarannya.

"Penularannya itu, satu nyamuk bukan berarti menulari semua orang yang digigitnya. Tapi satu diantara lima yang digigit, pasti sakit," ucap dia.

Adapun ciri-ciri seseorang terserang virus ini mengalami beberapa gejala, diantaranya demam, ruam, nyeri otot, konjungtivitis (mata merah)‎.

Sementara itu, Direktur RS Awal Bros, Dr Widya Putri menambahkan bahwa gejala tersebut berlaku sama antara penderita anak-anak maupun dewasa.

Namun, yang terpenting untuk diantisipasi justru penularan virus Zika terhadap ibu hamil.

Pasalnya, ibu hamil yang terkena virus Zika dapat menimbulkan kelainan janin.

"‎‎Virus Zika gejala sama kalau dewasa dan anak, cuma yang jadi masalah kalau menyerang ibu hamil bisa menyebabkan kelainan janin. Kepala si bayi bisa kecil, atau tumbuh tidak proporsional. Tentu ini bisa menyebabkan keterbelakangan pada anak. Ini seperti yang terjadi di Amerika Selatan," tutur Widya Putri.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved