Penerimaan Murid Baru 2016

PNS di Karimun Dibolehkan Antar Anak di Hari Pertama Sekolah, Toleransi Waktu Izin Satu Jam

Pemkab Karimun siap memberikan toleransi waktu maksimal satu jam terlambat masuk jam kerja, Senin besok tersebut.

PNS di Karimun Dibolehkan Antar Anak di Hari Pertama Sekolah, Toleransi Waktu Izin Satu Jam
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Orang tua belanja seragam sekolah untuk anaknya di Toko seragam sekolah dan pramuka Remaja 1, Jalan Cipaera, Kota Bandung, Selasa (12/7/2016). 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, KARIMUN – Pemeritah Kabupaten (Pemkab) Karimun menyatakan dukungannya terhadap kebijakan Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas), Anies Baswedan terkait pemberian izin bagi PNS untuk mengantarkan anak-anak mereka di pertama masuk sekolah, Senin (18/7/2016) besok.

Bahkan Pemkab Karimun siap memberikan toleransi waktu maksimal satu jam terlambat masuk jam kerja, Senin besok tersebut.

Namun begitu, Pemkab Karimun mengingatkan akan tetap memberikan sanksi apabila ada PNS yang memanfaatkan pemberian toleransi waktu tersebut dengan tidak masuk kerja sama sekali.

“Pemkab Karimun mendukung kebijakan pemerintah pusat dalam hal ini Mendiknas untuk mendorong PNS yang memiliki anak baru masuk sekolah, untuk mengantarkan sendiri anaknya ke sekolah, Senin besok. Toleransi waktu akan kami berikan maksimal satu jam tapi ingat, jangan sampai tak masuk kerja sama sekali,” ujar Bupati Karimun, Aunur Rafiq yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setkab Karimun, Muhammad Yosli, Sabtu (16/7/2016).

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Karimun, Bakri Hasyim mengatakan pihaknya juga mendukung kebijakan lainnya dari Mendiknas, Anies Baswedan yaitu larangan dilakukannya acara perpeloncoan di sekolah dan larangan untuk mengadakan masa orientasi siswa atau MOS.

Bakri mengaku pihaknya bahkan akan turun ke sekolah-sekolah pada hari pertama sekolah, Senin besok untuk memantau apakah kebijakan Mendiknas tersebut dipatuhi pihak sekolah atau tidak.

 Pasalnya, Disdik Karimun sudah melayangkan surat edaran ke sekolah-sekolah agar mematuhi kebijakan baru Mendiknas itu.

“Kami sudah layangkan surat ke sekolah-sekolah agar mematuhi kebijakan mendiknas itu. Soal MOS, namanya diganti jadi perkenalan lingkungan sekolah dan tidak ada lagi perpeloncoan. Rencana senin, kami akan turun ke sekolah-sekolah meninjau,” ujar Bakri Hasyim. (*)

Penulis:
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved