Pemerintah Pusat Tertarik dengan Pulau Jemaja. Ini Buktinya
Sudah beberapa hari kemarin tim turun mensurvei. Intinya mereka melakukan pemetaan terlebih dahulu
BATAM.TRIBUNNEWS.COM, ANAMBAS - Tim dari tiga Kementerian turun ke Pulau Jemaja.
Tim yang masing-masing terdiri dari Kementerian Pariwisata, Kementerian Kelautan Perikanan dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat ini, tengah membuat pemetaan kawasan untuk budidaya perikanan yang dipadupadankan dengan wisata.
Yunizar, Kepala Dinas Kelautan Perikanan Kabupaten Kepulauan Anambas mengatakan, Kampung Telapan dan Kampung Telok di Desa Kuala Maras Kecamatan Jemaja Timur menjadi salahsatu lokasi yang dicanangkan menjadi pilot project.
Tak tanggung-tanggung, lahan seluas lebih kurang 30 hektare pun sudah dipersiapkan oleh desa lengkap dengan surat dan pemetaan kawasan untuk merealisasikan hal tersebut.
"Sudah beberapa hari kemarin tim turun mensurvei. Intinya mereka melakukan pemetaan terlebih dahulu. Jadi, budidaya perikanan dipadukan dengan wisata dan budaya yang ada, termasuk mengenai tempat makan, spot memancing dan tambak udang. Lebih kepada sektor perikanan yang mensupport sektor pariwisata," ujarnya Jum'at (12/6/2016).
Budidaya udang paname pun menjadi pilihan pada sektor perikanan ini. Selain membutuhkan lokasi yang kaya akan hutan mangrove, udang paname ini pun memiliki nilai ekonomis dengan pangsa pasar dalam hingga luar negeri.
Budidaya udang ini pula yang paling tidak menjadi alternatif, mengingat kondisi budidaya napoleon yang cenderung masih lesu pascakebijakan pemerintah pusat mengenai pembatasan ekspor ikan 'Ketipas' hidup itu.
Menurutnya, dengan kondisi keuangan daerah seperti saat ini, pihaknya coba menawarkan alternatif dengan membuat kajian serta proposal yang disampaikan kepada Pemerintah pusat.
Hal ini pun didukung dengan adanya program dari Pemerintah Pusat dari beberapa kementerian ini.
"Sudah berpikir diversifkasi, terlebih dengan kondisi napoleon. Artinya, tidak bisa berharap banyak dari satu item saja.
Budidaya udang ini pun, paling tidak bisa untuk memenuhi kebutuhan lokal.
Untuk lokasinya pun cukup potensial. Dia paling tidak daerah pertemuan air rawa dan air asin. Harapan kami, tahun depan hal ini dapat terealisasi.
Dalam pembahasan RPJMD kemarin bersama DPRD pun, kami sampaikan juga hal ini. Mereka pun mendukung," ungkapnya.
Pilot project dalam bidang budidaya perikanan pun, sebelumnya telah dilakukan melalui budidaya kerang mutiara di Desa Bayat, Kecamatan Palmatak.
Pengembangan budidaya kerang yang dimulai sejak tahun 2014 serta membudidayakan sedikitnya 200 kerang mutiara itu pun, diakui Yunizar akan mendapat bantuan tenaga pendamping dari Sekolah Tinggi Perikanan (STP) di Jakarta.
Seperti diketahui, Pemkab Anambas kembali melakukan nota kesepahaman dengan STP di Jakarta itu. Bukan hanya terkait pengiriman putra putri daerah untuk menempuh pendidikan, dalam nota kesepahaman itu juga membahas mengenai pengembangan sektor kelautan perikanan di Anambas.