Sabtu, 9 Mei 2026

Efek Tradisi 'Pernikahan Hantu' Sejak 3000 Tahun Silam: Harga Mayat Kian Melambung

Pernikahan hantu dilakukan sebagai bentuk kompensasi emosional bagi keluarga yang ditinggalkan.

Tayang:
internet
Ilustrasi pernikahan hantu di cina 

Selama bertahun-tahun sudah ada bukti bahwa ritual ini mengalami perubahan tertentu di wilayah-wilayah tertentu di Cina.

Ada kasus-kasus orang yang masih hidup 'menikah' dengan mayat dalam suatu ritual rahasia.

Namun, yang lebih mengkhawatirkan adalah adanya laporan-laporan perampokan makam dan bahkan kasus pembunuhan.

Pada tahun 2015, dilaporkan ada 14 mayat perempuan yang dicuri di satu desa di provinsi Shaanxi.

Para warga desa mengatakan para penggali kubur mencuri mayat-mayat itu untuk dijual.

Menurut Huang Jingchun, Kepala Departemen Sastra Cina di Shanghai University yang melakukan studi lapangan soal pernikahan hantu di Shaanxi antara tahun 2008 dan 2010, harga mayat atau tulang belulang wanita muda meningkat tajam.

Pada saat ia melakukan penelitian, harga jasada atau belulang itu berkisar antara 30.000 sampai 50.000 yuan (sekitar Rp 60 juta sampai Rp 100 juta).

Ia memperkirakan sekarang ini harga bisa melambung sampai 100.000 yuan (sekitar Rp 200 juta).

Pada tahun 2006 pemerintah sudah menetapkan hukum yang melarang perdagangan mayat, tapi para perampok tetap saja berkeliaran menggali kuburan.

Tahun lalu, seorang pria yang ditangkap di Liangcheng, Mongolia mengatakan kepada polisi bahwa ia membunuh perempuan korbannya untuk menjual mayatnya kepada keluarga yang mencari pasangan pengantin hantu.

Mengapa ini terjadi?

Alasan melakukan tradisi ini berbeda dari wilayah ke wilayah. Di beberapa kabupaten di Cina, seperti Shaanxi, tempat terjadinya kasus pembunuhan terbaru, banyak sekali pria muda lajang bekerja di pertambangan batubara, yang memiliki angka kematian yang tinggi.

Pernikahan hantu dilakukan sebagai bentuk kompensasi emosional bagi keluarga yang ditinggalkan.

Mencari mempelai perempuan yang sudah meninggal adalah sesuatu yang bisa mereka lakukan untuk anak laki-laki mereka yang mati muda saat mencari nafkah.

Tapi rasio perbandingan jenis kelamin juga signifikan. Pada tahun 2014 hasil sensus menunjukkan bahwa perbandingan angka kelahiran adalah 115 anak laki-laki untuk setiap 100 anak perempuan.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved