Sabtu, 9 Mei 2026

Efek Tradisi 'Pernikahan Hantu' Sejak 3000 Tahun Silam: Harga Mayat Kian Melambung

Pernikahan hantu dilakukan sebagai bentuk kompensasi emosional bagi keluarga yang ditinggalkan.

Tayang:
internet
Ilustrasi pernikahan hantu di cina 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BEIJING- Polisi Cina menangkap seorang pria atas pembunuhan dua perempuan penyandang masalah mental.

Ia dituduh menjual jenazah kedua perempuan tersebut untuk digunakan dalam kegiatan yang disebut 'pernikahan hantu.'

Peristiwa ini membuat sorotan terarah lagi pada pernikahan arwah, atau pernikahan hantu, ritual kuno yang masih dipraktekkan di wilayah-wilayah tertentu di China itu, yang menyediakan pasangan bagi orang-orang yang meninggal dalam keadaan lajang.

Menurut polisi di provinsi Shaanxi, kasus pembunuhan tersebut terjadi pada bulan April lalu, saat itu tiga pria ditahan setelah mayat seorang wanita ditemukan di dalam kendaraan mereka oleh polisi lalu lintas.

Penyelidikan pihak kepolisian membawa mereka pada suatu rangkaian kejadian mengerikan, bahwa pria bernama Ma, diduga menipu para perempuan korbannya dengan menjanjikan calon pengantin pria, namun kemudian mereka dibunuh sehingga mayat mereka bisa dijual.

Apa itu pernikahan hantu?

Orang-orang yang mempercayainya mengatakan tradisi yang sudah dilakukan selama sekitar 3.000 tahun-an itu dijalankan untuk memastikan bahwa mereka yang mati lajang tidak akan sendirian di alam baka.

Awalnya, pernikahan semacam ini hanya diperuntukkan untuk orang-orang yang sudah meninggal: orang yang masih hidup menikahkan dua lajang yang sudah meninggal.

Namun, belakangan ritual ini melibatkan orang yang masih hidup yang dinikahkan dengan mayat.

Dalam pernikahan hantu antara dua orang yang sudah meninggal, keluarga 'pengantin' meminta mahar seperti perhiasan, pelayan dan sebuah rumah mewah, tapi semuanya dalam bentuk kertas.

Faktor-faktor seperti usia dan latar belakang keluarga sama pentingnya dengan pernikahan-pernikahan tradisional biasa.

Jadi keluarga-keluarga mereka menyewa ahli feng shui yang akan menjadi mak comblang.

Dalam upacara pernikahan tersebut biasanya ada nisan kedua mempelai dan sebuah perjamuan.

Bagian yang paling penting adalah menggali tulang-tulang mempelai perempuan dan menempatkannya di dalam kubur sang mempelai pria.

Apa sisi gelap tradisi ini?

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved