Breaking News:

Panas! Seperti Ini Silang Pendapat Anggota DPRD Kepri di Sidang Paripurna dengan Gubernur Kepri

Jawaban Gubernur Kepri H Nurdin Basirun terhadap interpelasi menimbulkan adu argumentasi

Penulis: Thom Limahekin | Editor: Mairi Nandarson
tribunnews batam/thomm
Rapat paripurna DPRD Kepri 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG - Jawaban Gubernur Kepri H Nurdin Basirun terhadap interpelasi menimbulkan adu argumentasi di kalangan anggota DPRD Kepri, Senin (5/12/2016) siang.

Adu argumen ini terjadi antara anggota dewan yang duduk di partai pengusung dan partai non-pengusung saat rapat paripurna di Kantor DPRD Kepri Pulau Dompak Tanjungpinang.

Politisi PAN, Danir Tan langsung mengajukan keberatan setelah Nurdin selesai memberikan jawaban.

"Jawabannya kita sudah terima. Tetapi apa pun jawaban itu harus sesuai dengan yang tertulis. Kami minta Pak Gubernur membacanya," kata Danir Tan.

Keberatan itu langsung ditegaskan lagi oleh Ketua DPRD Kepri, Jumaga Nadeak dari PDI Perjuangan.

"Kami berharap, Pak Gubernur membacakan jawabannya. Tetapi dia hanya ungkapkan pembukaannya saja dalam kata sambutan," ujar Jumaga.

Setelah Jumaga mengoreksi, Taba Iskandar dari Partai Golkar langsung berkomentar.

"Mengapa Gubernur tidak menunggu sampai pelaksanaan SOTK baru saja. Setelah para pejabat dilantik lalu mereka dijadikan sebagai pelaksana tugas (Plt)," kata Taba.

Taba menyoroti pernyataan Nurdin yang menyatakan pelantikan pejabat eselon II, III dan IV di lingkup Pemprov Kepri itu sama sekali tidak bermuatan KKN.

"KKN bukan berarti para pejabat itu satu tegak garis lurus dengan keluarga gubernur.

Ketika kepetingan kelompok lebih besar daripada kepentingan Pemprov Kepri, itu termasuk KKN," kata Taba.

Kader Golkar ini kemudian meminta gubernur Kepri melengkapi jawabannya dengan dokumen pendukung.

Dokumen itu berupa hasil assestmen dan uji kompetensi para pejabat.

"Saya butuh dukungan kongkret. Karena itu saya perlu lihat hasil assestmen dan uji kompetensi.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved