Berkas Penyidikan Pencurian Minyak MT Tabonganen 19 Sudah Tahap Dua, Otak Pencurian Masih Bebas

Kejari Karimun mengklaim kasus pencurian minyak MT Tabonganen sudah tahap dua berkas penyidikannya, namun keberadaan otak pencurian masih gelap

Berkas Penyidikan Pencurian Minyak MT Tabonganen 19 Sudah Tahap Dua, Otak Pencurian Masih Bebas
tribunbatam/elhadif putra
Kasi Intel Kejari Karimun, Aji 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, KARIMUN-Sebanyak sembilan tersangka beserta berkas lengkap kasus pencurian minyak di MT Tabonganen 19 telah diserahkan penyidik Polda Kepri ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri.

Kasat Intel Kejksaan Negeri (Kejari) Karimun, Aji Satrio Prakoso yang dikonfirmasi mengatakan pelimpahan tahap dua dari kepolisian telah diterima pihaknya pada Senin (16/1/2017) lalu. Saat ini kasus tersebut ditindaklanjuti oleh Kejari Karimun yang ditunjuk Kejati Kepri.

"Tabonganen sudah tahap dua hari Senin kemarin. Kita yang nangani karena lokasi kejadian ada di sini," kata Aji, Kamis (19/1/2017).

Saat ini kesembilan tersangka yang merupakan nahkoda dan ABK Nona Tang II juga telah ditahan di Rutan Karimun. Para tersangka merupakan eksekutor pencurian minyak dari MT Tabonganen di perairan Baran, Pulau Karimun.

"Kesembilan tersangka inisialnya Za, Ju, Fa, In, Su, De, Ra, Sa dan Ab. Sekarang mereka dititipkan di Rutan," terang Aji.

Sementara untuk barang bukti kasus ini berupa MT Tabonganen, sisa muatan minyak mentah (CPO) yang tertinggal di dalamnya serta Tangker Nona Tang II. Namun saat ini yang berada di wilayah Karimun hanyalah MT Tabonganen beserta muatannya dikarenakan Tanker Nona Tang II mengalami kebakaran beberapa waktu lalu di perairan Batam.

"Satu kapal masih di Batam karena hancur. MT Tabonganen ada di sekitar Kanwil DJBC Khusus Kepri," jelas Aji lagi.

Ditambahkannya pada pekan depan kasus dugaan pencurian sebanyak 500 ton CPO tersebut telah dapat dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Karimun untuk disidang.

Diberitakan sebelumnya sembilan orang yang terdiri dari nahkoda dan ABK Tanker Nona Tang II ditetapkan tersangka oleh Polres Karimun terkait kasus dugaan pencurian barang bukti Kejari Karimun berupa ratusan ton CPO di MT Tabonganen 19.

Sayangnya, hingga kasus ini telah ditangani Polda Kepri, namun otak pencurian masih bebas berkeliaran. Bahkan sebelumnya polisi telah mengantungi beberapa nama pelaku lain termasuk seorang berinisial A yang disebut-sebut seorang pengusaha di Batam. (*) 

Penulis: Elhadif Putra
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved