Hujan Sejak Pagi, BMKG Prediksi Tinggi Gelombang di Perairan Anambas Tembus 4 Meter

Hujan sejak pagi, BMKG memprediksi tinggi gelombang di perairan Anambas dan sekitarnya menembus 4 meter. Ini penjelasannya

Hujan Sejak Pagi, BMKG Prediksi Tinggi Gelombang di Perairan Anambas Tembus 4 Meter
Tribunbatam/Septyan Mulia Rohman
Langit sekitar Tarempa yang gelap Selasa (24/1/2017). Hujan cukup lebat mengguyur Tarempa dan sekitarnya sejak pagi. Kondisi ini sudah terjadi sejak dua hari terakhir 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, ANAMBAS - ‎Kota Tarempa diguyur hujan sejak pagi. Intensitas hujan yang cukup lebat serta turun pada dini hari ini, diakui warga sudah terjadi sejak beberapa hari terakhir. "Dengan hari ini, sudah dua hari hujan turun. Sebelumnya cerah saja," ujar Man satu diantara warga Tarempa Selasa (24/1/2017).

Ia menambahkan kondisi cuaca ini sukar untuk diprediksi. Man juga berharap, hujan yang mengguyur ini tidak sampai mengganggu aktivitas masyarakat seperti melaut yang menjadi aktivitas rutin mayoritas masyarakat Anambas. "Mudah-mudahan tak seperti itu. Kalau melihat kondisi di laut dari Tarempa ini teduh sepertinya, tapi tidak tahu kalau di luar sana. Langit di sekitar Pulau Palmatak sudah gelap," ungkapnya.

Data dari Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Pontianak memprediksi tinggi gelombang maksimum di perairan Kabupaten Kepulauan Anambas mencapai empat meter. Tinggi gelombang ini, juga diprediksi berpeluang terjadi di perairan Kabupaten Natuna, sebelah utara Pulau Serasan dan Laut Natuna bagian utara.

Tinggi gelombang antara empat hingga enam meter, juga berpeluang terjadi di Laut Cina Utara. Sementara, untuk kondisi angin di perairan Kabupaten Kepulauan Anambas diprediksi mencapai empat sampai 25 knot dengan arah utara-timur laut.

‎Kondisi laut Anambas yang kurang kondusif untuk pelayaran ini pun, sebelumnya diakui oleh Ronald warga Tarempa lainnya yang menggunakan kapal Pelni KM. Bukit Raya dari Pelabuhan Sri Bayintan Pura, Kijang Kabupaten Bintan Sabtu (21/1) kemarin.

"Dari Kijang ke Letung rasanya ‎tidak terlalu kuat gelombangnya. Hanya saja, ketika dari Letung ke Tarempa baru terasa gelombang cukup kuat. Saya lebih memilih tidur dalam perjalanan itu," ucapnya. (*) 

Penulis: Septyan Mulia Rohman
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved