Breaking News:

Ketuk Pintu 1500 Rumah, Dinkes Tanjungpinang Cari Penderita Penyakit Paru-paru

Ketuk pintu 1500 rumah, Dinkes Tanjungpinang cari penderita penyakit paru-paru. Ini tujuannya!

Tribunbatam/M Ikhwan
Susana arus lalulintas di depan Puskesmas Batu 10 Tanjungpinang 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG- Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan KB Kota Tanjungpunang melaksanakan gerakan Ketuk Pintu 1500 rumah. Gerakan ini bertujuan memburu penderita Tuberculosis (TB). Pencanangan gerakan dilakukan di Puskesmas Batu 10, Senin (6/3/2017).

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan KB Kota Tanjungpinang Rustam menjelaskan kegiatan tersebut akan berlangsung hingga 24 Maret mendatang.

"TB ini yang kita temukan di Kota Tanjungpinang baru 35 persen ata dari total yang diperkirakan. Makanya kita lakukan gerakan ini," katanya, Senin (6/3).

Menurutnya, diperkirakan ada 500 orang penderita TB di Kota Tanjungpinang. Namun baru diketamukan sebanyak 170 orang. Sehingga, menurutnya masih banyak lagi yang belun diketemukan.

"Jadi kita laksanakan gerakan Ketok Pintu 1500 rumah ini. Siapa yang diketok? Ya 10-11 rumah disekitar penderita yang kita utamakan. Juga keluarga yang erat hubungannya dengan penderita," katanya.

Adapaun ciri penderita TB secara umum adalah mengalami batuk berdahak yang berkepanjangan. Misalnya lebih dari 15 hari. Maka bila sudah demikian, orang tersebut harus diambil sampel dahaknya.

"Kemudian kita periksa di laboratorium. Kalau positif kita lakukan pengobatan sampai sembuh. Catatan juga buat penderita, kalau berobat jangan sampai putus. Karena nanti bisa kebal obat," katanya.

Rustam menargetkan melalui Gerakan Ketuk Pintu 1500 rumah tersebut, penderita TB akan banyak yang terjaring. Dengan begitu mereka bisa diobati. Hal ini sangat penting, karena menurutnya, penyakit TB tersebut merupakan penyakit menular.

"Satu penderita itu bisa menularkan 10-11 orang," katanya.

Untuk menyukseskan gerakan Ketuk Pintu 1500 rumah tersebut, selain melibatkan kader kesehatan dan Posyandu, Dinkes juga melibatkan anggota perkumpulan KB.

Meskipun ada program ini Rustam juga meminta kesadaran warga untuk mendatangi Puskesmas bila terindikasi TB. Sehingga bisa diobati sebelum parah. (*)

Penulis:
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved