Begini Reaksi Dewi Fentya asal Sidoarjo Ketika Diminta Buka Baju

Jika sudah menghadapi permintaan seperti itu, Tya tidak segan langsung memblokir kontak yang bersangkutan.

Begini Reaksi Dewi Fentya asal Sidoarjo Ketika Diminta Buka Baju
achmad pramudito
Dewi Fentya, murid kelas 3 di SMK Darma Siswa 2 Waru 

BATAM. TRIBUNNEWS.COM - Menjadi seorang model yang punya akun social media (socmed) dengan banyak follower ternyata menguntungkan bagi Dewi Fentya. Banyaknya teman yang mengisi socmed-nya itu membuat gadis yang akrab disapa Tya ini diburu oleh pengelola socmed dan diimingi-imingi sederet tawaran menarik.

Maka kini keseharian Tya diisi aktivitas ‘narsis’ di nonolive.com. Perempuan yang terlahir kembar ini mengaku aktivitas ‘live’ selama dua jam setiap hari itu justru sudah diawali saudara kembarnya.

Menurut gadis kelahiran Sidoarjo, 24 Juli 1999 ini, dia bisa sharing apa saja terkait kegiatannya setiap hari. Dan waktu dua jam yang jadi ‘keharusan’ untuk tayang langsung itu bisa dicicil.

“Artinya nggak harus nonstop dua jam. Bisa 10 menit pagi, 20 menit siang, dan sisanya malam,” papar Tya yang masih tercatat sebagai murid kelas 3 di SMK Darma Siswa 2 Waru Sidoarjo Jurusan Administrasi Perkantoran.

Namun, Tya memilih mulai aktif pada malam hari. “Sebab kalau pagi kan percuma nggak banyak yang lihat karena kebanyakan sibuk dengan pekerjaan masing-masing,” katanya.

Model yang sering gabung di photo hunting yang diadakan Godfather Production ini menegaskan aktivitas live itu socmed itu sama sekali tidak mengganggu kegiatan belajarnya.

“Ya bisa-bisanya bagi waktu saja. Sejauh ini nggak ganggu belajar,” ucap anak pertama dari tiga bersaudara ini.

Diakui Tya, aktivitas live itu sangat membantu dirinya sebagai seorang model. “Ya kan sekalian promo diri aku sebagai model. Kegiatannya apa saja. Nah ketika orang makin tahu aktivitasku di sejumlah acara yang aku ikuti, otomatis makin menarik orang buat ajak ikutan event-event mereka juga,” bebernya.

Di sisi lain, lanjut Tya, lewat socmed itu pula dia bisa berkomunikasi dan berbagi pengalaman dengan model-model di kota lainnya. “Yang bisa lihat aku di socmed ini kan nggak hanya orang Surabaya atau Jawa Timur, bahkan dari luar negeri pun sering kasih responsnya,” ucap Tya.

Namun, aktivitas ‘narsis’ lewat socmed itu bukannya tanpa risiko. Gadis yang suka busana bertema gothic ini mengaku tak jarang mendapat permintaan ‘nakal’ dari followernya.

“Ada yang pernah minta aku buka baju saat aku live itu,” tutur penggemar segala jenis makanan ini.

Jika sudah menghadapi permintaan seperti itu, Tya tidak segan langsung memblokir kontak yang bersangkutan.

“Kalau masih ngobrol santai sih oke, tapi jika sudah menjurus hal yang bikin aku nggak nyaman pasti langsung blokir,” tegasnya.

Editor: Rio Batubara
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved