Pemilik Perahu Terseret Arus Sidoarjo Sama dengan Perahu Maut di Gresik. Kebetulan?

Pemilik perahu terseret arus sungai Sidoarjo, benar-benar kebetulan unik?, ternyata sama pemilik perahu maut di Gresik. Ini kisahnya!

Surya/mohammad romadoni
Perahu tambang di Dusun Serbo Desa Bogem, Balong Bendo Sidoarjo berada di perbatasan Kabupaten Sidoarjo dan Gresik sempat terbawa arus beberapa meter dari dermaga sungai 

BATAM. TRIBUNNEWS.COM, GRESIK-Peristiwa terbalik dan tenggelamnya perahu tambang di Sungai Surabaya Wringinanom, Kabupaten Gresik terjadi tiga hari lalu nyaris saja kembali terulang.

Baca: Ngeri! Inilah 5 Fakta Penangkapan Otak Pembantaian Satu Keluarga di Medan

Baca: Heboh! Wanita Amuk Selingkuhan Suami Di Dalam Mobil, Itunya Dipukul Pakai Tongkat Sampai Begini

Baca: Lagi Ngetren! Meski Bercerai Pasutri di Negara Ini Asyik Tinggal Serumah. Ini Alasannya!

Baca: Edan! Enam Orang Sekap Pria Ini Dalam Kontainer Dengan Tubuh Babak-belur. Pemicunya Soal Burung Ini

Sebuah perahu tambang yang mengangkut lima sepeda motor dan tujuh orang dewasa satu di antaranya balita mengalami putus tali baja pengamanan, Sabtu (15/4/2017) pukul 16.50 WIB.

Sontak, perahu tambang di Dusun Serbo Desa Bogem, Balong Bendo Sidoarjo berada di perbatasan Kabupaten Sidoarjo dan Gresik sempat terbawa arus beberapa meter dari dermaga sungai.

Tim relawan SAR standby di tempat itu segera terjun ke dalam sungai dan menarik perahu tambang itu secara manual dan berupaya untuk menariknya ke tepi sungai.

“Sekitar 10 meter dari tujuan seling baja terputus dan membuat perahu tambang sempat terseret arus sungai. TIM SAR berada di tempat itu cepat tanggap sehingga tidak sampai ada korban jiwa,” ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gresik,

Abu Hasan menyatakan, pemilik perahu adalah orang yang sama yakni perahu tambang yang terbalik dan tenggelam yang menewaskan tujuh orang. Bahkan sampai saat ini satu Susriasih (47) warga Kalimati Tarik Sidoarjo belum ditemukan.

“Pemerintah Sidoarjo harus berani untuk evaluasi usaha-usaha seperti jasa penyebarangan tradisonal ini. Sebab, rata-rata pemilik perahu tambang adalah orang Sidoarjo,” ungkapnya.

Ditambahkannya, masyarakat setidaknya berkaca pada kejadian tiga hari lalu perahu tambang yang terbalik dan tenggelam telah menimbulkan korban jiwa. Menurutnya, pihaknya juga kesultan untuk mengimbau warga karena jasa penyebrangan perahu tambang telah menjadi kebutuhan.

“Sebetulnya masyarakat sudah menerima imbauan pemerintah, tapi menurut warga ini sudah menjadi kebutuhan. Mereka terlalu berani mati,” imbuhnya. (*)

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved