Berkeluh ke Panglima TNI Soal Sinyal, Pejabat Pemkab Anambas Ditelepon Bos Operator Seluler!

Sempat berkeluh ke Panglima TNI saat berkunjung ke Anambas, pejabat Pemkab mendadak dapat telepon bos operator seluler di Batam. Ada apa?

Berkeluh ke Panglima TNI Soal Sinyal, Pejabat Pemkab Anambas Ditelepon Bos Operator Seluler!
tribunbatam/thom limahekin
Ilustrasi. Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dan Gubernur Nurdin bertolak ke Anambas lewat Bandara Hang Nadim 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, ANAMBAS - Kepala Dinas komunikasi, informatika dan statistik Kabupaten Kepulauan Anambas, Jeprizal mendapat telepon dari pejabat salahsatu provider regional Kepri.

Pejabat tinggi salahsatu provider yang berkantor di Batam itu terkejut ketika membaca salahsatu berita harian nasional yang memberitakan telekomunikasi di daerah perbatasan yang masih minim.

Baca: Heboh, Bu Dokter Digerebek Suami Lagi Selingkuh Dengan Pria Lain, Mengejutkan Inilah Selingkuhannya!

Baca: Heboh, Beredar Video Bule Begituan di Bali, 59 Cewek Indonesia Jadi Mangsanya, Termasuk di Batam!

Baca: Heboh! Foto Gadis Bali Ini Viral Disebut Pemeran Video Porno Ria From Bali, Ini Klarifikasinya!

"Setelah berita di Kompas itu terbit, saya mendapat telepon dari Beliau. Pas berita itu terbit lah tanggal 17 April 2017 dengan judul Bagai Ayam Sekarat di Lumbung Sinyal," ujarnya Kamis (20/4/2017). Ditemui di kantor Bupati Kabupaten Kepulauan Anambas, Jeprizal menambahkan, pejabat yang bersangkutan selain mengkroscek kebenaran berita tersebut, pejabat tersebut juga menyampaikan bahwa kondisi telekomunikasi yang sebelumnya dilakukan downgrade, kini telah normal.

Jeprizal pun menjelaskan kepada pejabat yang bersangkutan, dalam kunjungan Panglima ke Anambas, selain mengeluhkan kondisi telekomunikasi, terdapat wartawan nasional yang ikut dalam rombongan serta mewawancarai masyarakat termasuk dirinya sebagai Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang bersangkutan.

"Saya jelaskan apa adanya. Mengenai kondisi dan keadaan telekomunikasi di Anambas. Bagaimana pelajar kesulitan mengakses internet menggunakan paket data internet. Bagaimana sekolah menggunakan bandwidth yang terbatas. Beliau sempat mengatakan titiknya dimana ? Ya, kami jelaskan. Ketika kunjungan itu, kondisi bandwidth kan masih mengalami downgrade," ungkapnya.

Ia mengatakan, meski kondii bandwidth telah kembali seperti semula paska mengalami downgrade, namun kondisi telekomunikasi masih dirasakan minim oleh masyarakat Anambas. Ia pun berharap, dengan tulisan mengenai kondisi telekomunikasi di Anambas, dapat membuka mata Pemerintah Pusat akan perhatian, khususnya pada daerah perbatasan. (*)

Berita Terkait Baca Harian Tribun Batam Edisi Jumat (21/4/2017)

Penulis: Septyan Mulia Rohman
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved