Motion
Pertahankan Permainan Tradisional Layang-Layang
LAYANG-layang merupakan satu di antara beberapa jenis permainan tradisional yang masih eksis hingga kini di Kota Tanjungpinang.
BATAM. TRIBUNNEWS.COM - LAYANG-layang merupakan satu di antara beberapa jenis permainan tradisional yang masih eksis hingga kini di Kota Tanjungpinang.
Di ibukota Provinsi Kepri ini, layang-layang bukanlah hanya mainan bagi anak-anak tetapi untuk segala usia, termasuk yang sudah dewasa. Permainan layang-layang pun sudah menjadi aktivitas baik dilakukan secara amatiran maupun profesional.
Guna melestarikan permainan laying-layang, para pencintanya yang berdomisili di Kota Tanjungpinang membentuk sebuah wadah komunitas dengan nama Ikatan Tamadun Melayu atau siring disingkat ITAM.
Mereka berusaha mempertahankan eksistensi permainan layang-layang tersebut di tengah perkembangan teknologi dan aplikasi permainan di gadget yang sangat pesat. Teknologi informasi ini memang sedikit demi sedikit menggerus permainan tradisional.
ITAM yang didirikan pada 2007 silam, kini anggotanya sekitar 30 orang ini. Rakhmat Prawijaya, selaku pegiat dan pecinta layang-layang yang menjadi ketua komunita ITAM menjelaskan, komunitas tersebut didirikan untuk melestarikan permainan tradisional layang-layang. Sebab, bila tidak dijaga, tak mustahil permainan tradisional ini hilang tergerus permainan aplikasi berbasis teknologi. Alhasil, generasi muda mendatang tidak mengenal mainan tradisional yang dahulu sangat digemari banyak orang di negeri Melayu tersebut,.
Di Kota Tanjungpinang sendiri permainan layang-layang sudah ada sejak dahulu. Namun, kapan pastinya mulai dimainkan di Tanjungpinang, tidak ada yang mengetahui.
“Menurut penuturan orang tua-tua, permainan itu sudah ada sejak dulu. Bahkan itu merupakan satu diantara seni budaya yang menjadi kearifan lokal,”kata Rakhmat kepada Tribun Batam belum lama ini.
Dulu, layang-layang dibuat dengan bentuk unik berciri khas Melayu. Bahan pembuatnya adalah bambu atau lidi, dibungkus dengan kantong plastik atau kertas. Tak banyak bentuk dan macamnya. Umumnya pun, laying-layang dimainkan oleh kaum pria.
Tapi, kini laying-layang sudah sangat beragam. Bahan pembuatnya pun tak lagi dari kertas maupun kantong plastik tetapi dari sudah dari kain dengan ukuran yang besar-besar. Yang memainkan, tidak hanya kaum pria, tetapi sudah banyak wanita yang ikut andil.
Dalam memainkannya layang-layang terbagi menjadi dua yaitu sebung dan simbang.
Sebung adalah permainan layang-layang untuk dipertandingkan. Sedangkan simbung adalah permainan laying-layang hanya untuk dipertontonkan.
"Itu pulalah maksud kita membentuk komunitas ini. Agar seni permainan tradisional ini terjaga. Namun kita juga menciptakan, berinovasi dan berkreasi agar laying-layang ini modern dan baru," kata Rakhmat.
Dia berharap, melalui komunitas ini, layang-layang bisa tetap mengudara dan menghiasi langit Tanjungpinang yang kemudian bisa disaksikan dari generasi ke generasi.
"Karenanya kami mengajak, mari bergabung melestarikan permainan tradisional ini," imbuhnya.
Komunitas ITAM terbuka untuk umum dan siapa saja boleh ambil bagian. Syaratnya hanya satu yakni punya kemauan dan hobi di bidang seni permainan layang-layang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/motion_20170424_152550.jpg)