Misteri Pejabat Kepri

Pelantikan Dua Pejabat Ini Dapat Sorotan KASN, Bagaimana Nasib Jabatannya di Pemprov Kepri?

Pelantikan dua pejabat ini dapat sorotan KASN. Bagaimana nasib jabatannya di Pemprov Kepri?

Pelantikan Dua Pejabat Ini Dapat Sorotan KASN, Bagaimana Nasib Jabatannya di Pemprov Kepri?
TRIBUNBATAM/THOM LIMAHEKIN
Ilustrasi. Gubernur Kepri H Nurdin Basirun mengikuti perlombaan menembak eksekutif di lapangan tembak Makorem 033 WP Senggarang Tanjungpinang, Kamis (29/9/2016) pagi 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG-Kepala Biro Perekonomian Pemprov Kepri Heri Andrianto lolos dari rekomendasi Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).

Baca: Tak Hanya Tarian Telanjang, Ada Ruang Khusus Buat Begituan Sehabis Striptis

Baca: Ngeri! Seorang Honorer Pemkab Tewas Digebuki Massa Gara-gara Kepergok Begini!

Baca: Ehem! Sepasang Kekasih Bobol Rumah, Sebelum Gasak Rp 15 Juta Keduanya Sempat Begituan di TKP

Nasib putra almarhum HM Sani ini sama persis yang dialami oleh kepala BKKAD Kepri Andri Rizal Siregar alias Choki.

Padahal setelah dilantik, kedua pejabat ini langsung mendapat sorotan dari komisioner KASN, Nor Aida Mokhsen.

Pada waktu, Aida secara khusus menyoroti Heri dan Choki.

Sebab, masa jabatan keduanya pada eselon III belum cukup, namun keduanya sudah langsung dipromosikan menjadi pejabat eselon II.

Ketika dikonfirmasi lagi mengenai status keduanya pada Kamis (4/5) malam, Aida langsung memastikan bahwa KASN tidak membatalkan pengangkatan Heri dan Choki.

"Memang nggak ada kok rekomendasi untuk membatalkan pengangkatan mereka. Itu kan isu yang dititip orang saja," ungkap Aida kepada Tribun melalui pesan WhatsApp, pada Kamis malam.

Aida menegaskan lagi bahwa Heri dan Choki memenuhi persyaratan untuk melamar sebagaimana diatur dalam peraturan pemerintah (PP) Nomor 100 Tahun 2000 dan PP Nomor 13 Tahun 2002.

"Mereka juga lulus seleksi di jabatan yang mereka lamar.
Yang salah adalah panitia seleksi (Pansel) yang membuat persyaratan tidak sesuai kedua PP tersebut, Makanya pansel yang ditegur," ujar Aida lagi.

Menurut Aida, mengenai persyaratan melamar, KASN sudah mengingatkan agar disesuaikan dengan PP Nomor 100 Tahun 2000 dan PP Nomor 13 Tahun 2002.

Namun, Pansel tidak mengindahkan apa yang dianjurkan oleh KASN. (*)

Penulis: Thom Limahekin
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved