Resmikan Pasar Baru II Tanjungpinang, Lis Ingin Jadikan Pasar Tradisional Tempat Wisata. Caranya?
Resmikan Pasar Baru II Tanjungpinang, Lis ingin warga Tanjungpinang jadikan pasar tradisional tempat wisata. Caranya Pak Bos?
BATAM.TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG-Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah meresmikan Pasar Baru II di kawasan Kota Lama, Kota Tanjungpinang, Senin (8/5).
Baca: Ngeri! Angkot Batam Terbalik di Turunan Bukit Daeng, Sopir Muntah-muntah!
Baca: Ngeri! Usai Beginian di Kamar Hotel, WN Singapura Tewas Lompat Dari Lantai Lima! Ini Identitasnya!
Baca: Heboh Razia Diskotik! Asyik Dugem, Dua Siswi SMA Menjerit Saat Ininya Bakal Dimasukin Selang!
Pada kesempatan tersebut dia meminta agar pasar yang dibangun oleh Kementrian Perdagangan Republik Indonesia tersebut dirawat dengan baik. Hal itu penting, karena menurutnya, merawat lebih sulit daripada membangun.
Kepada pedagang, Lis meminta untuk menjaga kebersihan pasar tersebut. Sehingga dengan begitu, pasar tradisional bisa dijadikan tempat wisata berbelanja.
"Jangan lagi ada lantai pasar basah, becek. Jadi kita usahakan bagaimana bersama-sama menciptakan agar pasar ini nyaman. Sehingga pasar tradisional layak untuk dijadikan destinasi wisata berbelanja," katanya.
Menurutnya, pasar merupakan sarana utama tempat berputarnya roda ekonomi. Sehingga tidak boleh terlihat semerawaut.
Untuk itu, lanjutnya, setelah Pasar Baru II diresmikan, tidak ada lagi pedagang yang berjualan di bahu-bahu jalan pasar. Karena selama ini hal tersebut banyak terjadi dan sangat mengganggu arus lalu-lalang kendaraan di pasar, karena jalan menjadi sempit.
Lis juga menjelaskan, pembangunan pasar tersebut dilakukan Kementrian Perdagangan, tahun lalu. Kemudian tahun ini, kemungkinan besar Kota Tanjungpinang akan kembali mendapatkan bantuan pembangunan pasar lagi. Dia mengaku langsung melobinya sendiri ke Kementrian Perdagangan.
"Saya berharap pasar ikan kita di Pasar Baru 1 bisa dibangun. Sehingga bentuk fisiknya layak dan bersih," kata Lis.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Tanjungpinang Juramadi Esram mengatakan Pasar Baru II terdiri dari 30 kios dan sembilan lapak. Saat ini pasar tersebur belum diserahkan ke Pemko Tanjungpinang. Namun karena bangunan sudah selesai maka, pihaknya bersama BUMD berusaha untuk secepatnya dimanfaatkan.
"Karena belum serah terima jadi kita tidak boleh memungut retribusi. Tapi lainnya seperti listrik, air dan kebersihan pedagang tetap harus bayar," katanya.
Juramadi menargetkan, bulan Juni pasar tersebut sudah resmi diserahterimakan. Bila sudah diterimakan, maka pedagang yang berjualan akan dikenakan retribusi sesuai ketentuan yang berlaku. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/pasar-baru-pinang_20170508_144047.jpg)