Semenanjung Korea Memanas
Donald Trump Kutuk Korut. Mahasiswa AS Ini Meninggal Dunia Enam Hari Setelah Dilepas dari Pyongyang
Pada saat Otto tiba di rumah, keluarga mengaku sangat sedih. Namun, mereka menyebut pemuda itu meninggal dalam damai.
Mahasiswa tersebut disebut telah menderita botulisme (keracunan makanan) dan diberi pil tidur.
Namun, tes medis yang dilakukan pada pekan lalu di AS, tidak menemukan bukti konklusif mengenai penyebab cedera neurologisnya.
Tidak ada bukti juga adanya infeksi botulisme.
Dokter yang menangani Otto mengatakan, mahasiswa berusia 21 tahun itu menderita kehilangan jaringan yang parah di semua bagian otaknya, namun tidak menunjukkan tanda-tanda trauma fisik.
Mereka mengatakan cedera otak parah Otto kemungkinan besar –mengingat usia mudanya– disebabkan penangkapan kardiopulmoner yang memotong suplai darah ke otak.
Menengok ke belakang, pada awal 2016, Warmbier merupakan wisatawan di Korea Utara.
Dia kemudian ditangkap dan diadili karena mencuri poster politik dari sebuah hotel di Korut.
Pada Maret 2016, dia divonis 15 tahun kerja keras. Sebuah hukuman yang dianggap dipaksakan oleh pemerintah Amerika Serikat karena tidak sesuai dengan dugaan kejahatannya.
Trump kecam Korut
Kasus ini menarik perhatian Presiden AS Donald Trump. Dia mengutuk "rezim brutal" Pyongyang yang telah menyiksa pemuda tersebut, sembari menyuarakan belas kasihan kepada keluarga Warmbier.
"Ini adalah rezim yang brutal," katanya saat menghadiri acara di Gedung Putih. "Hal buruk terjadi tapi setidaknya kita membawanya pulang ke orang tuanya."
Dalam sebuah pernyataan terpisah, Trump berkata, "Nasib Otto memperdalam tekad Pemerintahku untuk mencegah tragedi semacam itu menimpa orang-orang yang tidak bersalah di tangan rezim yang tidak menghormati peraturan hukum atau kesusilaan dasar manusia."
"AS sekali lagi mengutuk kebrutalan rezim Korut saat kami meratapi korban terakhirnya."
Ketegangan AS dan Korut
Pembebasan Otto terjadi di tengah ketegangan yang meningkat antara AS dan Korut, menyusul serangkaian tes rudal oleh Pyongyang. Kepala Pentagon Jim Mattis menyebutnya "bahaya yang jelas dan sekarang bagi semua orang."
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/otto-warmbier-mahasiswa-as-ditangkap-di-korea-utara_20170614_125228.jpg)