Semenanjung Korea Memanas
Donald Trump Kutuk Korut. Mahasiswa AS Ini Meninggal Dunia Enam Hari Setelah Dilepas dari Pyongyang
Pada saat Otto tiba di rumah, keluarga mengaku sangat sedih. Namun, mereka menyebut pemuda itu meninggal dalam damai.
Ayah Otto Warmbier, Fred, sempat mengecam Pemerintah Korut yang telah menahan anaknya.
"Tidak ada alasan bagi negara beradab untuk merahasiakan kondisinya dan menolaknya untuk perawatan medis terbaik begitu lama," kata dia saat jumpa pers, pekan lalu.
Keluarga Warmbier mengatakan, mereka percaya pemuda tersebut telah menemukan kedamaian setelah diterbangkan pulang.
"Ketika Otto kembali ke Cincinnati pada 13 Juni, dia tidak dapat berbicara, tidak dapat melihat dan tidak dapat bereaksi terhadap perintah lisan. Dia tampak sangat tidak nyaman, hampir sedih," kata mereka.
"Meskipun kita tidak akan pernah mendengar suaranya lagi, dalam satu hari wajah wajahnya berubah– dia merasa damai. Dia di rumah dan kami yakin dia bisa merasakannya," ujar dia.
"Kami berterima kasih kepada semua orang di seluruh dunia yang telah menahannya dan keluarga kami dalam pikiran dan doa mereka. Kami juga damai dan di rumah juga."
Saat ini, masih ada tiga warga AS lainnya yang ditahan oleh Korut.
Dua orang di antaranya adalah pengajar di Universitas Pyongyang yang didanai kelompok Kristen luar negeri, dan seorang pendeta Korea-Amerika yang dituduh melakukan spionase untuk Korsel.(*)
* Berita ini juga tayang di KOMPAS.com dengan judul Mahasiswa AS Meninggal setelah 6 Hari Evakuasi Darurat dari Korut
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/otto-warmbier-mahasiswa-as-ditangkap-di-korea-utara_20170614_125228.jpg)