Sekolah di Gunung Kidul Ini Siswa Barunya Hanya 3 Orang
Tak banyak kegiatan hari pertama. Seluruh siswa kelas 1 hanya diberikan latihan menulis nama dan alamatnya oleh Tri
BATAM.TRIBUNNEWS.COM, GUNUNGKIDUL - Hari pertama masuk sekolah di SDN Wonolagi, Desa Ngleri, Kecamatan Playen, Gunungkidul, Yogyakarta, tak berbeda dengan sekolah lainnya.
Murid kelas 1 diantar orangtuanya untuk mengikuti hari pertama sekolah, Senin (17/7/2017).
Namun tak banyak siswa yang masuk kelas 1, hanya 3 orang. Mereka adalah Alfin Emirul Vata (7), Aira Diyah Ayu (7), dan Yasmin Korina Pratiwi (7). Mereka mengikuti kelas hari pertama dengan perkenalan diri dan syawalan.
Kompas.com berkesempatan mengikuti hari pertama sekolah di SD Wonolagi.
Baca: ADA LAGI. Gadis 18 Tahun Ini Nikah dengan Pria Berusia 62 Tahun. Saat Ditanya, Ini Jawabannya
Baca: Usianya Baru 8 Tahun, Ayah Sudah Meninggal. Riko Terpaksa Rawat Adik dan Ibunya yang Sakit
"Ayo Mas Alfin umurnya berapa sekarang?" kata salah seorang guru, Tri Hariyani. "Lupa buu, berapa ya umur saya sekarang," jawab Arfin.
Tak banyak kegiatan hari pertama. Seluruh siswa kelas 1 hanya diberikan latihan menulis nama dan alamatnya oleh Tri.
Setelah selesai, mereka mengemasi buku dan tempat pensil untuk pulang ke rumah masing-masing. Namun seluruh siswa sekolah tersebut memilih bermain di lingkungan sekolah bersama teman-temannya.
Tri mengatakan, hari pertama memang sengaja untuk memperkenalkan lingkungan sekolah kepada siswa kelas 1, dan syawalan (halal bil halal) bersama guru dan staf sekolah. Memang tak ada upacara bendera karena memang jumlah siswa dan guru hanya 13 orang.
"Hari pertama untuk syawalan dan perkenalan," ucapnya.
Baca: ALAMAK! Pria Ini Beli Ikan Lohan Jutaan Rupiah Hanya untuk Digoreng: Super Lezat!
Baca: Pria Rekam Wanita Pakai Rok Pendek di MRT Singapura. Ternyata Profesi Pria Ini Mengejutkan
Jumlah siswa di SD Wonolagi memang sangat minim, hanya 10 siswa. Untuk kelas I ada 3 siswa, kelas II 4 siswa, dan kelas VI hanya 3 siswa.
"Memang untuk kelas III, IV dan V tidak ada muridnya, karena dulu sempat mau diregrouping. Tetapi saat Pak Sultan (Gubernur DIY Sri Sultan HB X) ke sini melarang untuk digabung, karena kasihan sama anak-anak," ucapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/guru-sedang-mengajar-di-sd-wonolagi-ngleri-playen_20170718_081243.jpg)