Operasi Tangkap Tangan KPK

Harusnya Mengawasi, Inspektorat Pamekasan Justru Jadi Mak Comblang Suap Kajari

Kejari bilang kasus bisa distop kalau ada setoran Rp 250 juta. Ini dilaporkan ke Bupati Pamekasan, Bupati menyuruh Inspektur harus diamankan

Harusnya Mengawasi, Inspektorat Pamekasan Justru Jadi Mak Comblang Suap Kajari
Kompas.com/Taufiqqurrahman
KPK mengamankan Bupati Pamekasan, Achmad Syafii dan Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Pamekasan, Rudi Indra Prasetya beserta sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Pamekasan dan Kejari Pamekasan dalam operasi tangkap tangan, Rabu (2/8/2017). 

Laporan Wartawan Tribunews, Thresia Felisiani

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyesalkan suap terhadap Kajari Pamekasan ‎atas dugaan korupsi infrastruktur.

"Ada yang disesalkan, seharusnya kan ‎Inspektorat Pemkab Pamekasan itu jadi pengawas internal. Tapi dia malah jadi mata rantai di proses suap menyuap," terang Wakil Ketua KPK, Laode M Syarif di KPK, Kuningan, Jakarta Selatan.

Laode menuturkan, kasus suap ini berhubungan dengan implementasi dana desa untuk membuat pavling blok dengan nilai proyek Rp 100 juta, namun hasilnya ada kekurangan volume.

"Ini kan proyek kecil lalu dilaporkan oleh LSM ke Kasi Intel , kemudian ditindaklanjuti. Mungkin Kadesnya ketakutan, jadi dia berupaya menghentikan proses ini dengan lapor ke beberapa pihak, seperti Inspektur Pemkab Pamekasan," ungkap Laode M Syarif.

Baca: NEWSVIDEO. Tertangkap Tangan KPK Suap Kajari, Bupati Pamekasan Malah Tebar Senyum

Baca: Usai Ditangkap KPK, Kantor Kejari dan Inspektorat Pamekasan Madura Kini Disegel

‎Selanjutnya pihak Inspektur Pemkab Pamekasan berkomunikasi dengan Kajari Pamekasan agar kasus dihentikan.

Pihak Kajari meminta uang setoran Rp 250 juta.

"Kejari bilang kasus bisa distop kalau ada setoran Rp 250 juta. Ini dilaporkan ke Bupati Pamekasan, Bupati menyuruh Inspektur harus diamankan," ungkap Laode M Syarif.

Halaman
12
Editor: Alfian Zainal
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved