KEPRI REGION
Hadiri Sembahyang Keselamatan Umat Budha di Bintan, Gubernur Harapkan Pesan Perdamaian
Gubernur H Nurdin Basirun mengimbau agar tokoh agama dan tokoh masyarakat bisa bersinergi menyebar kesejukan dan pesan perdamaian.
Penulis: Thom Limahekin |
BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Gubernur H Nurdin Basirun mengimbau agar tokoh agama dan tokoh masyarakat bisa bersinergi menyebar kesejukan dan pesan perdamaian.
Kebhinekaan harus terus dijaga untuk mencegah timbulnya konflik.
"Saya berharap tokoh agama, tokoh budaya, masing-masing bisa menyejukkan, mendamaikan, saling membangun bersama," kata Nurdin saat membuka secara resmi acara Sembahyang Keselamatan di Vihara Dharma Santi, Tanjunguban, Kabupaten Bintan, Selasa (3/10/2017).
Hadir dalam acara ini Wakil Bupati Bintan Dalmasyri Syam, Perwakilan Kemenag Kepri dan Kemenag Bintan, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kepri, Kepala Biro Humas Protokol dan Penghubung Provinsi Kepri, OPD Kabupaten Bintan, Bobby Jayanto, Ketua dan Pengurus FKUB Bintan, Kapolsek Tanjunguban, Tokoh Masyarakat dan ratusan warga Tionghoa Tanjunguban.
Nurdin mengatakan, membangun keserasian masih sulit, apalagi untuk menyatukan berbagai suku di Indonesia, termasuk di Kepulauan Riau.
Untuk itu, pilar Bhinneka Tunggal Ika menjadi penting sebagai pemersatu bangsa.
"Banyak sekali suku yang menetap di Kepulauan Riau, mungkin setiap suku punya tradisi yang sangat saling berbeda. Pada posisi seperti ini bagaimana perbedaan itu harus diikat dengan Pancasila," ungkap Nurdin.
Nurdin juga menyampaikan pentingnya dukungan masyarakat terhadap investasi yang masuk ke daerah.
Dukungan itu penting agar mereka betah berinvestasi tanpa memikirkan relokasi ke tempat lain.
Dukungan tersebut bisa dalam bentuk dengan menciptakan suasana yang aman dan memberikan sambutan yang positif.
"Pemerintah terus membenahi infrastruktur dan memberikan kemudahan lainnya agar investor semakin tertarik berinvestasi, bukan hanya di Batam namun juga diseluruh wilayah Kepulauan Riau, khususnya di Kabupaten Bintan. Dengan masuknya investasi baru, diharapkan dapat membuka lapangan pekerjaan dan imbasnya perekonomian akan meningkat,” ucap Nurdin.
Lebih lanjut Nurdin mengatakan, Pemerintah akan selalu mendukung apapun kegiatan keagamaan, bukan hanya dari agama Budha tapi semua agama yang ada di Kepulauan Riau .
Acara keagamaan seperti ini harus menjadikan aset budaya negeri terutama di Kabupaten Bintan yang akan berdampak pada kunjungan wisatawan datang ke sini.
“Selamat menjalankan kegiatan Sembahyang Keselamatan, semoga pemerintah dan semua warga Kepri diberikan kemudahan, keselamatan, panjang umur dan murah rezeki,” ujar Nurdin.
Ketua Panitia sekaligus Anggota DPRD Bintan Andreas Salim dalam laporannya mengatakan bahwa sembahyang keselamatan kepada Dewa Nguang Thien Siang Tih diselenggarakan selama tiga malam yang dimulai dari 03-05 Oktober 2017.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/sembahyang-keselamatan-budha_20171004_195603.jpg)