BATAM TERKINI
PT Sanmina Tutup, Udin P Sihaloho : Kalau Tetap Seperti Ini Batam Akan Ditinggal
Udin menilai perlunya ada sinergitas antara BP Batam dan Pemko Batam dalam memberikan pelayanan terbaik kepada investor dan masyarakat.
Penulis: Dewi Haryati |
BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Penutupan PT Sanmina di Mukakuning mendapat tanggapan dari Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Batam, Udin P Sihaloho. Di satu sisi, Udin menyayangkan adanya penutupan perusahaan, yang berdampak pada pemutusan hubungan kerja (PHK) di Batam.
"Ada beberapa penyebab tutupnya. Pertama karena sepi order. Kedua, bisa karena persoalan birokrasi yang mereka hadapi," kata Udin via telepon, Sabtu (7/10/2017).
Terlepas dari dua persoalan itu, Udin menilai perlunya ada sinergitas antara BP Batam dan Pemko Batam dalam memberikan pelayanan terbaik kepada investor dan masyarakat. Tinggalkan ego sektoral masing-masing.
"Kalau kita tetap seperti ini, Batam akan ditinggal. Sementara saingan kita seperti Cina, Vietnam, Malaysia, mereka sudah membuka diri. Intinya mari kita sama-sama memberikan pelayanan terbaik," ujar dia.
Bagi pekerja, Udin juga memberikan catatannya. Dia berharap kejadian perusahaan tutup itu bisa menjadi pelajaran ke depannya. Sebab banyak faktor yang membuat perusahaan akhirnya memilih tutup. Selain faktor sepi pesanan juga karena persoalan kondusivitas di dalam perusahaan.
"Kalaupun serikat pekerja mau menuntut kesejahteraan, sesuaikanlah dengan kemampuan perusahaan. Jangan paksakan diri mogok atau melakukan sweeping," kata Udin.
Baca: TERUNGKAP! Tutupnya PT Sanmina Bukan Terkait Kondisi Batam. Ini Pemicunya!
Baca: Banyak Perusahaan Tutup di Batam, Begini Solusinya Menurut Wali Kota Rudi
Baca: Selama 10 Bulan Sudah 30 Perusahaan di Batam Tutup. Satu Lagi Segera Menyusul
Baca: Pengangguran Bertambah. Satu Lagi Perusahaan di Batam Tutup!
Sementara itu, Direktur Promosi dan Humas BP Batam, Purnomo Andiantono mengatakan, sejak 2014 lalu PT Sanmina yang berstatus perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA) itu memang sudah sepi pesanan.
"Gara-garanya ada permasalahan gesekan antara tenaga kerja dan manajemen, sehingga pembeli memberhentikan pesanan. Karena perusahaan tidak bisa mengirim sesuai waktunya," kata Andi.
Akhirnya, perusahaan secara bertahap mengurangi tenaga kerja dan terakhir lebih kurang ada 140 orang tenaga kerja. Tahun ini semua kewajiban ketenagakerjaan diselesaikan. Karena perusahaan ingin menghentikan aktivitasnya.
"Jadi ini murni masalah perburuhan. Bukan terkait kondisi yang sekarang dan jika ini berlanjut di tempat lain, maka kejadian serupa akan terulang," ujar dia.
Andi juga berpesan, agar setiap pihak di Batam bisa menjaga kondisi yang kondusif di Batam. Itu untuk kepentingan kita bersama.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/pt-sanmina_20171007_154910.jpg)