Heboh! Dua Tentara AS Ditangkap, Panglima TNI Ditolak Amerika. Adakah Kaitannya?

Heboh! Dua Tentara AS Ditangkap, Panglima TNI Ditolak Amerika. Adakah Kaitannya?

Heboh! Dua Tentara AS Ditangkap, Panglima TNI Ditolak Amerika. Adakah Kaitannya?
TRIBUNNEWS
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo 

Menurut Ridlwan, di setiap Kedutaan AS pasti ada personel CIA. Mereka beroperasi di wilayah negara di mana mereka ditempatkan.
"Penyamarannya bermacam cara, biasanya sebagai petugas Kedutaan," jelasnya.

Selain petugas intelijen resmi dengan kedok staf Kedutaan, Ridlwan menuturkan, ada juga yang disebut sebagai petugas NOC atau non official cover.

"Penyamarannya bisa turis, wartawan, peneliti, pengusaha, kalau tertangkap pasti tidak diakui sebagai intelijen," jelas pria yang pernah berkunjung ke White House, Washington DC itu.

Petugas intelijen CIA itu akan melaporkan dinamika politik dan kejadian lain yang relevan bagi kepentingan AS.

"Kalau seorang Panglima TNI berkunjung, pasti sudah ada data lengkapnya. Kalau sampai ada penolakan seperti ini, jelas ada kesalahan intelijen Amerika," ujar alumni S2 Kajian Stratejik Intelijen UI tersebut.

Ridlwan menyebut, saat peringatan HUT TNI di Cilegon, Banten, telah ditangkap dua personel tentara AS yang menyusup tanpa undangan.  "Ini insiden serius dan terjadi hanya 14 hari sebelum Panglima ditolak," paparnya.

Ia pun memuji sikap Menlu Retno Marsudi yang langsung meminta klarifikasi dari AS. Hasilnya, imbuh dia, Panglima TNI sudah boleh terbang kembali dan Dubes AS minta maaf.

Meski demikian, Ridlwan berujar, Dubes AS harus memberikan permintaan maaf terbuka. "Saya kira ini respon cepat bu Menlu yang sangat baik. Terbukti pilihan pak Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjuk bu Retno tepat," tandasnya.

Dikutip dari laman cbp.gov, diketahui bahwa pemerintah AS, punya banyak alasan untuk menolak seseorang memasuki wilayah mereka. Tiga alasan pertama yang mereka jelaskan melalui artikel

"Why was I (or my friend, relative, etc.) denied entery to the U.S?" adalah seseorang yang pernah bekerja secara ilegal di AS, serta seseorang yang terlibat organisasi teroris, atau kriminal, dan mereka yang terinfeksi penyakit.

Halaman
123
Editor:
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved