Cadangan Migas Menipis, SKK Migas Minta Bantu Tribun Batam Edukasi Warga Soal Ini!

Cadangan Migas Menipis, SKK Migas Minta Bantu Tribun Batam Edukasi Warga Soal Ini!

TRIBUNBATAM/ANNE MARIA
Pimpinan Perusahaan Tribun Batam, Danang Purwoko (kanan) menerima kunjungan rombongan SKK Migas Perwakilan Wilayah Sumbagut bersama KKKS wilayah Kepri, Jumat (27/10/2017) pagi. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM- Kantor Harian Pagi Tribun Batam mendapatkan kunjungan SKK Migas Perwakilan Wilayah Sumbagut bersama KKKS wilayah Kepri, Jumat (27/10/2017) pagi.

Baca: Jangan Panik! Beginilah Cara Registrasi Ulang Kartu Prabayar Telkomsel, Indosat dan XL!

Baca: Mengejutkan! Tahi Lalat di 5 Bagian Tubuh Ini Bisa Bikin Melarat, Nomor 5 Urusan Bawah Perut!

Baca: Bikin Nangis! Sebelum Istri Tewas Dibegal, Suami Pegawai Bank BNI Sempat Unggah Kebahagiaan Ini!

Baca: Heboh! Wanita Cantik Ini Sudah Bayar Mahal-mahal untuk Dilukis, tapi Hasilnya Malah Begini!

Kunjungan tersebut diterima langsung oleh pimpinan perusahaan Tribun Batam, Danang Purwoko Raharjo dan Pimpinan Redaksi Tribun Batam, Dwie Sudarlan bersama beberapa manager.

Adapun dalam kunjungan tersebut, perwakilan SKK Migas sempat menjelaskan mengenai fungsi dan tugas SKK Migas. Kunjungan tersebut pun dalam rangka silahturahmi dan koordinasi kegiatan Hulu migas bersama dengan Tribun Batam.

Terutama dalam kondisi terkini sektor migas yang sempat mengalami penurunan, tepatnya sejak‎ tahun lalu. Kepala urusan administrasi dan keuangan SKK Migas Perwakilan Sumbagut,

Supriyono mengatakan meski mengalami penurunan, untuk sektor pertambangan, migas masih berkontribusi besar terhadap penerimaan negara.

"Tugas kami di Hulu untuk mencari, eksporasi dan memproduksi. Di lapangan, 85 persen ladang kita sudah tua, sudah mulai berkurang produktifitasnya.

Per hari untuk minyak saja kita hanya mampu memproduksi 800 ribu barel, makanya kita masih melakukan import tiap hari," ujar Supriyono dalam pemaparannya.

Supriyono mengatakan, tingginya penggunaan energi migas oleh masyarakat, tidak sejalan dengan penemuan cadangan baru migas. Cadangan baru yang ditemukan, khususnya untuk minyak saja, hanya 60 persen dari produksi yang ada.

"‎data dari BP statistical review oil world energy 2017, untuk minyak kita ada di posisi 29 pada akhir 2016. Hanya 3,3 miliar barel cadangan minyak kita, atau setara 0,2 persen dari cadangan dunia.

Sementara untuk gas di posisi 14, atau 1,5 persen dari cadangan dunia. Walaupun memang dari segi negara pengekspor gas kita ada di urutan ke 7 terbesar di dunia," ucapnya.

‎Kecilnya cadangan minyak tersebut dikarenakan tidak ditemukannya ladang baru yang ekonomis, ataupun banyak juga yang eksplorasinya terkendala. Seperti kendala regulasi dan lainnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved