BATAM TERKINI
WASPADALAH! Lima Kecamatan di Batam Ini Rawan Penyakit DBD. Begini Cara Mencegahnya!
Jumlah penderita DBD dari Januari hingga September dari 12 kecamatan di Batam, tercatat sekitar 437 penderita DBD.
Penulis: Alfandi Simamora |
TRIBUNBATAM.id, BATAM - Jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Batam tahun 2017 ini memang tercatat sudah mengalami penurunan dibandingkan tahun 2016 lalu.
Namun, saat ini masih ada lima kecamatan yang masih tinggi jumlah penderita DBD-nya dibandingkan beberapa kecamatan lainnya di Batam.
Kasi Dinas Kesehatan Kota Batam, Ersan menerangkan, jumlah penderita DBD dari Januari hingga September dari 12 kecamatan di Batam, tercatat sekitar 437 penderita DBD.
Penderita DBD ini dari 12 kecamatan tercatat ada lima kecamatan yang lumayan banyak warga yang terkena DBD.
Di antaranya kecamatan Sekupang, kecamatan Batuaji, kecamatan Batam Kota, kecamatan Lubuk Baja dan kecamatan Bengkong.
"Kelima kecamatan ini, jumlah penderita DBD-nya lumayan banyak di tahun ini," ujarnya.
Dia menjelaskan, bahwa dari kelima kecamatan tersebut untuk datanya tercatat penderita demam berdarah di kecamatan Sekupang hingga 126 orang.
Baca: ATURAN BARU! Tiap Jumat Pegawai dan Pimpinan BP Batam Wajib Gunakan Pakaian Melayu
Baca: Hanya 2 Hari! Makan Bakso dan Mi Ayam di Ki Bakso Tiban Koperasi Cukup Bayar Separo Harga
Baca: Jika Berani Gunakan Senjata Nuklir, Ini Ancaman Amerika ke Korea Utara
Sedangkan di kecamatan Batam Kota hingga 84 orang, kecamatan Batuaji 41 orang, kecamatan Lubuk Baja 40 orang dan kecamatan Bengkong sebanyak 36 orang penderita DBD.
"Jumlah yang tertinggi untuk penderita DBD adalah kecamatan Sekupang dan juga Batam Kota hingga mencapai 126 orang di kecamatan Sekupang dan juga 84 orang di kecamatan Batam Kota," ujarnya.
Meningkatnya warga yang terjangkit DBD di kedua kecamatan tersebut di antaranya, kedua kecamatan tersebut kurang untuk melakukan pencegahan terhadap sarang nyamuk DBD dengan 3M plus dan juga penerapan akan satu rumah satu jumantik.
"Di kedua kecamatan ini kita sudah sosialisasikan perihal pencegahan dan penerapan satu rumah satu jumantik di bulan Agustus yang sudah lewat, mudah-mudahan di bulan selanjutnya jumlah penderita dapat berkurang," ujarnya.
Dia juga mengatakan, selain dua kecamatan tersebut dilakukan sosialisasi, dua hari yang lewat dinas kesehatan juga sudah melakukan sosialisi pencegahan dan penerapan satu rumah satu jumantik kepada warga darah pancur dan Kelurahan Mangsang. (*)
*Baca berita terkait di Tribun Batam edisi cetak, Minggu 29 Oktober 2017