Motion

Reptil Age Batam, Bantu Atasi Gangguan Reptil, Gratis!

Reptile Age Batam terus mengenalkan diri tentang dunia reptile kepada banyak orang. Ini tujuannya!

ISTIMEWA
Komunitas Reptil Age Batam rutin melakukan sosialisasi tentang reptil 

KOMUNITAS Reptil Age Batam yang berdiri sejak 28 Februari 2015 masih terus eksis dalam berbagai kegiatan para pecinta reptil.

Di setiap momen dan acara tertentu, Reptile Age Batam terus mengenalkan diri tentang dunia reptile kepada banyak orang.

Mungkin bagi sebagian orang, reptil menjadi hewan yang ditakuti atau bikin geli.
Sebut saja, ular yang dapat mengigit dan menyerang siapa saja yang menganggu. Tapi tidak bagi para pecinta reptil, mereka begitu akrab layaknya sahabat.

"Di Batam ada tiga komunitas. Kita ini salah satunya. Kita berusaha terus berada di tengah masyarakat untuk memberikan edukasi tentang reptil," kata Angga kepada Tribun Batam.

Kegiatan yang dilakukan komunitas ini tidak hanya beralasan hobi saja. Melainkan juga jiwa sosial para anggota dengan mencoba memberikan pendidikan tentang dunia hewan reptil di sekolah-sekolah dan jenjang perkuliahan di Batam.

Baca: Komunitas Petani Pisang, Mengolah Pisang Jadi Tepung dan Pempek

Baca: Komunitas Penjelajah Alam Kepri, Giat Buka Tempat Wisata Baru di Kepri

Baca: Komunitas Pecinta Iguana Batam, Ajang Silaturahmi Sekaligus Berbagi Info Tentang Iguana

Hal itu dilakukan juga agar generasi muda dapat memahami pentingnya harmonisasi hidup berdampingan antara manusia, alam dan hewan.

"Edukasi Reptile difokuskan di sekolah, kampus dan instansi. Kita memberikan edukasi berupa materi pengenalan tentang reptile dan identifikasi jenis-jenis ular yang berbahaya juga. Kadang juga tergantung surat pemohonan materi apa yang harus kita sampaikan," ujarnya lagi.

Selain itu juga ada kegiatan sosialisasi dengan menggelar bakti sosial ke Panti Asuhan dan membantu orang yang sedang sakit.

Adapun juga kegiatan yang biasa aktif dilakukan dengan siaga membantu para korban bencana alam jika dibutuhkan.

"Kita juga siap membantu penggalangan dana dan menyalurkan langsung kepada pihak terkait. Semua tak lain demi membantu sesama. Tidak melulu soal hobi saja. Namun hobi bisa juga jadi sarana silaturahmi dan saling memberikan manfaat untuk orang lain," tambahnya. (*)

Alami Gangguan Reptil? Bisa Hubungi Nomor Ini

TAK hanya kegiatan sosial yang dilakukan komunitas Reptil Age Batam yang berisi 14 anggota aktif tersebut.

Di antaranya memberikan pertolongan pada warga yang mengalami masalah dengan gangguan hewan reptil.

Seperti halnya ular yang berbisa. Jika terjadi gangguan di tengah warga, mereka siap berpartisipasi tanpa dipungut biaya.

Reptil Age Batam
Reptil Age Batam (ISTIMEWA)

"Kita siap menyelamatkan hewan reptil dan bila ada gangguan reptil di tengah masyarakat. Ketika warga membutuhkan bantuan silakan jangan sungkan untuk menghubungi nomor 082385035297 (andi), 081261410868 (Angga) tidak dipungut biaya alias gratis," tambah Angga mewakili ketua Dwi Natri Dimas Yudha Raditya. (*)

Takut Punah, RAB Gencarkan Edukasi

EDUKASI tentang keseimbangan alam antara manusia hewan dan tumbuh-tumbuhan, menurut komunitas Reptil Age Batam sangat penting dilakukan untuk menciptakan keselarasan kehidupan di bumi.

Sebab, kelangsungan hidup hewan termasuk reptil juga menjadi tolok ukur kondisi kehidupan di dunia. Sayangnya, pandangan bahwa reptil adalah hewan menakutkan kerap jadi alasan manusia untuk membunuh mereka.

"Pandangan Reptile Age Batam mengenai hewan reptile masih menjadi pengaruh negatif bagi masyarakat. Dengan alasan itu masyarakat sering membunuhnya karena memberikan dampak momok yang menakutkan. Bahkan ada yang terbiasa mengonsumsi dagingnya dengan alasan yang tidak masuk akal," tuturnya.

Reptil Age Batam
Reptil Age Batam (ISTIMEWA)

Karena alasan itu, Age Batam merasa tergugah untuk memberikan pendidikan terkait hewan reptile. Salah satunya meteri tentang keseimbangan alam. Karena reptile juga memiliki peran khusus terhadap keseimbangan alam.

"Bisa dipastikan ketika 1 spesies punah maka akan muncul masalah baru yang mengganggu kehidupan manusia. Contohnya ular sawah pemangsa tikus. Ular sawah kini diburu untuk obat dan makanan bagi mereka. Ketika keberadaan ular sawah makin sedikit masalah yang timbul populasi tikus akan meningkat dan akan menimbulkan wabah dan sekaligus masalah baru bagi kita," tuturnya.

Misi dan visi Age Batam tersebut tentunya tidak mudah diwujudkan tanpa kekompakan sesama anggota. Untuk tetap menjaga kekompakan, mereka juga secara rutin menggelar kegiatan pertemuan. Agenda waktu kumpul ataupun gathering dalam sebulan secara rutin sebanyak 2 kali.

"Tergantung kondisi cuaca lokasi di Dataran Engku Puteri Batam Centre. Kita biasa berkumpul di situ untuk saling berdiskusi atau bahkan bertemu teman-teman untuk sekadar guyonan dengan harapan kekompakan terus terjaga," tuturnya. (*)

Empat Syarat Bisa Gabung Reptile Age Batam

BUTUH perjuangan agar tetap eksis terutama soal keuangan organisasi. Namun mereka tak kehabisan akal untuk mendatangkan pundi-pundi uang.
Salah satunya dengan menjual merchandise seperti baju, hasil donasi berfoto, edukasi, rumah reptile dan masih banyak lainnya.

"Kita mendapatkan uang kas dari pendapatan tersebut. Karena kita juga belum memiliki donatur tetap," tuturnya.

Komunitas ini berbeda dengan komunitas lainnya. Untuk bergabung tidaklah mudah seperti lain. Anggota yang baru bergabung akan dievaluasi layak dan tidaknya bergabung dengan komunitas.

"Caranya dengan menggunakan adaptasi calon anggota dalam kegiatan-kegiatan Reptile Age Batam (R.A.B) proses berlangsung tidak dalam waktu singkat karena ada penilaian khusus dari semua anggota dan disimpulkan layak atau tidaknya," ujarnya.

Pertimbangan itu tentunya karena mereka bersentuhan dengan hewan reptile yang bisa saja berbahaya jika tidak mengenali sifat hewan atau belum terbiasa.

Kedua memiliki ketertarikan terhadap dunia reptile. Kemudian yang ketiga syaratnya harus memiliki hewan reptile. Yang terakhir tentunya mampu menyanggupi menjalankan semua gerakan kegiatan event Reptile Age Batam (R.A.B).

Sejumlah hewan yang telah di koleksi di sekretariat Bengkong Sadai, Bengkong Nusantara ini di antaranya ada Boa BCI, Iguana, Dumpy frog (amfibi), Varanus salvator, ular Pyton reticulatus (sanca kembang).

Ada juga Gecko, Gold albertisi (phyton bibir putih), Boiga/ular bakau (venom),Gonyosoma, Ball phyton (phyton bola), Blue insularis (venom), Savannah monitor, Elephant trunk snake (Aquatic Snake) dan terakrir ular jenis Turtle. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved