Inspirasi
The Power of Emak-emak. Hadapi 200 Pasukan Sendirian, Begini Kisah Wanita Pakistan Ini Kini
Pertempuran ini membuatnya mendapatkan julukan sebagai "wanita paling tangguh di Pakistan" dan membuat sistem hukum feodal berubah.
Ketika ayahnya meninggal pada tahun yang sama, ia bersama ibu dan saudara perempuannya datang ke rumah saudara tirinya untuk menyampaikan penghormatan terakhir bagi mendiang sang ayah.
Namun keluarganya itu justru mengejek mereka bahwa garis keluarga mereka telah berakhir karena tidak ada anak laki-laki dalam keluarga mereka.
Tempat tinggal mereka kemudian hendak disita karena dinilai tidak berhak atas warisan itu.
Tapi Dharejo bertekad mempertahankan rumah mereka.
Ia menyebut dirinya sebagai "Waderi", versi feminin baru dari kehormatan laki-laki "Wadera" yang berarti sesuatu yang mirip dengan "wanita" feodal.
"Dia telah menjadi pohon besar yang menebarkan warna dan melindungi orang-orang di sekitarnya," kata Zulfiqar Dharejo tentang istrinya.
Di rumah mereka, wanita itu masih tetap menggantung senjata yang berhasil direbutnya pada saat “pertempuran” dulu.
Pada tahun 2013, sutradara Inggris kelahiran Pakistan, Sarmad Masud menghubungi Dharejo, ingin membuat film tentang kisahnya yang heroik itu.
Lalu, lahirlah film My Pure Land berbahasa Urdu yang dibintangi Suhaee Abro.
Film ini masuk nominasi Oscar untuk kategori bahasa asing terbaik pada Janurai 2018 nanti.