KALEIDOSKOP 2017

Januari 2017 - Pengemudi Speedboat Tolong Penumpang Pancung, Tapi Korban Tak Dibawa ke Sekupang

Delapan penumpang yang berada di dalam boat pancung diketahui merupakan satu keluarga.

Januari 2017 - Pengemudi Speedboat Tolong Penumpang Pancung, Tapi Korban Tak Dibawa ke Sekupang
Tribun Batam/Eko Setiawan
Petugas sedang memeriksa korban yang tewas dalam kecelakaan antara boat pancung dan speedboat di perairan Sekupang, Jumat (13/1/2017) malam. 

TRIBUNBATAM.id - Delapan penumpang yang berada di dalam boat pancung diketahui merupakan satu keluarga.

Mereka di antaranya Sarif, Jais (meninggal), Jonaidi, Rahman (kritis)
Ahyang (meninggal ), Normadiah, Nurfitri serta seorang bayi bernama Feby.

Sarif yang ditemui di rumah sakit bercerita, sebelum magrib, sekitar pukul 17.50 WIB, ia berangkat menuju Sekupang Batam untuk mengantarkan pamanya, Jais, berobat ke Sekupang.

Kebetulan, saat itu pasang sedang surut.

Rahman selaku tekong kapal mencoba mencari alur supaya kapal yang mereka tumpangi tidak menabrak karang.

Namun sayang, 15 menit baru jalan, kapal yang mereka tumpangi tiba-tiba ditabrak dari belakang oleh speedboat bermesin tempal berkekuatan 200 pk.

"Tiba-tiba saja kami ditabrak dari belakang. Kapal kami pecah, saya sempat kaget dan tangan saya bergetar. Saya mau ambil HP di kantong pun tak sempat lagi," sebutnya.

Dalam keadaan panik, ia melihat Jais dan Ahyang bersimbah darah di bagian kepalanya.

Sementara Rahman dan Feby, bayi yang sedang berada di pangkuan Ahyang terlepas dan ia sempat terendam air karena kapal tersebut pecah.

"Saya langsung teriak minta tolong. Nggak ada orang disekitar saya. Kemudian speed yang nabrak kami tadi balik lagi dan kemudian menolong kami," sebutnya.

Halaman
123
Penulis:
Editor: Rio Batubara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved