BREAKING NEWS. Supir Angkot dan Taksi Online Ribut di Depan Top 100 Tembesi. Ini Pemicunya

Keributan diduga terjadi antara supir taksi online dengan supir angkot jenis Carry dan berlanjut di depan La Kopi dan Perumahan Villa Mukakuning

Penulis: Alfandi Simamora |
Suasana di kawasan Tembesi, Sabtu malam, setelah terjadi kericuhan antara supir angkot dengan supir taksi online di depan Top 100 Tembesi. 

Laporan Wartawan Tribun Batam Alfandi Simamora

TRIBUNBATAM.id, BATAM -Keributan terjadi di depan Top 100 Tembesi, Mukakuning, Sabtu (17/2/2018) malam.

Keributan diduga terjadi antara supir taksi online dengan supir angkot jenis Carry.

Keributan bahkan hampir meluas dan berlanjut di depan La Kopi dan Perumahan Villa Mukakuning, Sagulung.

Baca: Si Bungsu Dhawiya yang Dimanja dan Mandiri. Lecet Sedikit, Kakak-kakaknya Bakal Dimarahi Ayah

Baca: JIMAT Superstar Persija Jakarta Marko Super Simic. Kaus Kaki Boling dan Karet Gelang

Baca: WADUH! The Jakmania Jebol Pintu Masuk SUGBK. LIHAT VIDEONYA

Tidak jelas benar, apa yang menjadi sumber keributan, namun diduga karena rebutan penumpang.

Informasi yang berkembang, awalnya taksi online mendapat orderan dari pelanggan dan menjemput penumpang tersebut di depan Top 100.

Ketika penumpang sudah naik, supir angkot yang kebetulan sedang mangkal di depan Top 100 tidak terima, lalu menghapiri mobil taksi online dan menyuruh penumpang diturunkan. 

Ke dua supir kemudian terlibat pertengkaran, bahkan sampai terjadi aksi pukul.

Keributan itu kemudian dilerai oleh warga di lokasi tersebut.

Kondisi langsung ramai. Polisi pun datang ker lokasi dan mengamankan ke dua supir tersebut.

"Tadi dua orang itu dibawa ke Polresta Barelang untuk dimintai keterangan," kata Kapolsek Sagulung AKP Hendrianto yang juga  ikut mengamankan situasi, Minggu dinihari.

Menurut Hendrianto, kejadian itu terjadi usai magrib, sekitar pukul 06.30 WIB, namun keributan berkepanjangan karena supir taksi online sempat menelpon teman-temannya.

Karena ke dua supir itu sudah dibawa polisi, para supir taksi online ini berkumpul di ddepan La Kopi, depan perumahan Villa Mukakuning.

Namun, sekitar pukul 21.30 WIB, beberapa supir angkot mendatangi mereka sehingga situasi kembali memanas. 

"Beruntung kita cepat datang ke lokasi, sehingga situasi langsung dapat dikendalikan," katanya.

Hingga saat ini belum diketahui identitas dua supir yang bertikai tersebut. 

Hendrianto pun tidak mengetahui karena keduanya langsung dibawa ke Polres.(*)

GUBERNUR KEPRI

Kabar gembira bagi para pelaku dan peminat taksi online di Batam. Gubernur Kepri Nurdin Basirun memberi lampu hijau terkait operasional taksi online di wilayah Batam.

Nurdin mengaku segera menggelar rapat dengan pelbagai pihak terkait operasional taksi online di Batam.

"Segera saya rapat, dalam waktu dekat, insha Allah kalau sempat dalam minggu-minggu ini," ujar Nurdin kepada Tribun Batam.id di Tanjungbalai Karimun, Kamis (18/1/2018).

Rapat tersebut nantinya akan membahas aturan pengoperasian taksi online di Batam. Meski sebenarnya sudah ada Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 107 Tahun 2017, Nurdin merasa perlu memasukkan unsur-unsur kearifan lokal.

"Ya, nanti kita tambahkan kearifan lokalnya bagaimana," katanya.

Perihal sinyal akan membolehkan operasional taksi online di Batam, Nurdin mengambil contoh awal kemunculannya mal yang pada awalnya juga banyak ditentang namun pada akhirnya bisa diterima juga.

"Zaman susah ditentang, sekarang zamannya teknologi, jualan online. Kita juga harus berubah. Mal dulu awal-awal juga dirasa mengganggu," terang Nurdin. 

Jangan ribut

Gubernur Kepri H Nurdin Basirun mulai membuka diri untuk merealisasikan izin operasi bagi transportasi berbasis Online di Kota Batam.

Walaupun belum tau kapan jadwal penandatanganan dan implementasi izin operasi, namun yang jelas orang nomor satu di Provinsi Kepulauan Riau ini sudah memberi sinyal, dan dalam waktu dekat ini pengajuan penandatanganan izin operasi transportasi Online akan ditandatangani.

"Sudah kita proses, kemarin saya sudah instruksikan Kadis Perhubungan kita (Kadishub Provinsi) untuk membuka lelang dan menunjuk Perusahaan yang ingin melakukan survei kouta," kata Nurdin, kepada TRIBUNBATAM.id saat menyaksikan seleksi kompetisi pemain 757 Kepri Jaya, di Stadion Industri Muka Kuning, Sabtu (10/2/2018) sore.

Nurdin menepis bahwa banyak pemberitaan yang mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi lamban dalam menangani permasalahan dan perseteruan antara transportasi berbasis Online dan taksi konvensional di Kota Batam.

Menurutnya, suatu kebijakan harus melihat dan memperbandingkan dari semua sisi dan harus benar-benar di pikirkan dengan baik.

Sehingga dalam implementasi dan operasi taksi berbasis Online tidak menimbulkan masalah di masyarakat.

"Kita tidak bisa karena banyak yang setuju langsung iya. Semua masyarakat, taksi Online masyarakat dan konvensional juga masyarakat. Kita tidak ingin realisasi ini menimbulkan gesekan yang semakin parah.

Kita ingin semuanya berjalan dengan baik. Jangan sampai di satu sisi baik, sisi lainnya wadah nasi masyarakat jadi terbalik. Bukan karena sebuah kepentingan," ujar Nurdin, terkesan serius.

Oleh sebab itu, kata Nurdin, setelah selesai Dinas Perhubungan dan Perusahaan yang melakukan survei mendapatkan hasil berapa kouta yang ditentukan, Ia sendiri akan mengundang taksi konvensional dan taksi Online untuk membicarakan tentang persetujuan izin operasi taksi berbasis online.

"Prosesnya sudah berjalan. Saya tidak bisa tentukan kapan waktunya, karena suasananya sekarang kan tau sendiri bagaimana. Nanti saya ngomong tanggal sekian, saya di tagih. Yang jelas sudah berjalan," katanya.

Driver ditusuk

Menjadi driver ojek online terkadang penuh dengan risiko.

Kecelakaan menjadi risiko yang kerap kali menimpa ojek online.

Hingga hal yang tak terduga, seperti di alami seorang driver ojek asal Semarang, Jawa Tengah.

Pengemudi ojek online Grab ini mengalami musibah.

Ia ditusuk oleh orang tak dikenal saat melintasi kawasan Jl RA Kartini Semarang, Jumat (16/2/2018) sekitar pukil 23.00 WIB.

Belum diketahui identitas dan motif pelaku penusukan terhadap driver ojek online tersebut.

Adapun pisau yang ditusukkan orang tak dikenal tersebut, masih tertancap pada punggung kanan.

Pengemudi ojek online Grab itu teridentifikasi bernama Umar Harist (23).

Korban segera dilarikan ke RS Panti Wilasa Citarum Semarang.

"Kondisi korban masih sadar, namun sedikit susah dimintai keterangan karena terlihat lemas," tutur Wahyudi salah satu warga yang menolong sebagaimana dikutip TribunSolo.com dari Tribun Jateng.com.

Saat dilarikan ke rumah sakit, Umar masih mengenakan seragam jaket ojek online yang dipakainya. 

Menurut beberapa saksi, saat kejadian penusukan, kondisi lalu lintas jalan sepanjang RA Kartini hingga Jl Gajah tersebut dalam keadaan lengang. 

Kerjasama

Jika di Batam dan sejumlah kota lain di Indonesia, keberadaan taksi online kerap ditentang oleh taksi konvensionl, namun tidak demikian di Bandara Husein Sastranegara, Bandung.

Diperbolehkannya taksi online beroperasi di sini setelah Manajemen Grab Indonesia bekerja sama dengan Primer Koperasi Angkatan Udara (Primkopau).

Kerjasama tersebut adalah untuk mengadakan layanan transportasi berbasis aplikasi atau online di Bandara Husein Sastranegara, Bandung.

Melalui kerja sama ini, tersedia booth khusus bagi calon penumpang untuk pesan GrabCar dan bisa dipesan secara resmi.

"Para penumpang kini dapat melanjutkan perjalanan dengan mengunjungi titik penjemputan resmi Grab dan langsung memesan layanan transportasi lewat GrabCar," kata Managing Director Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata melalui keterangan tertulis kepada Kompas.com, Senin (5/2/2018).

Sama seperti yang sebelumnya diberlakukan di Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang, di Bandung Grab bekerja sama dengan Primkopau selaku badan usaha yang menaungi para mitra pengemudi sehingga bisa beroperasi secara resmi.

Terlebih, Ridzki menilai upaya mereka ini sejalan dengan visi Pemerintah Kota Bandung sebagai smart city, dengan kemudahan layanan transportasi jadi salah satu indikatornya.

Bagi calon penumpang yang hendak memesan layanan GrabCar di Husein Sastranegara, bisa langsung menuju titik penjemputan yang terletak di terminal kedatangan.

Di sana, disiapkan petugas dari Grab yang akan memandu calon penumpang sekaligus mendatangkan unit mobil GrabCar.

"Penumpang mendapatkan tarif GrabCar sesuai aplikasi yang sudah disetujui di awal. Armada GrabCar yang resmi dapat dilihat dari stiker khusus Primkopau di jendela belakang mobil," tutur Ridzki.

Bentuk kerjasama pengelolaan taksi online seperti ini kemungkinan bisa juga diterapkan di Batam, sehingga konflik antara taksi online yang konvensional yang kerap terjadi bisa diminimalisir.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved