Suriah di Ambang Perang

NGERI! Militer Suriah Diduga Lancarkan Bom Kimia, Puluhan Mayat Bergelimpangan dengan Mulut Berbusa

Pasukan pemerintah Suriah yang didukung Rusia diduga telah melakukan serangan bom kimia di Kota Douma, Sabtu (7/4/2018) malam.

AFP
Anak-anak yang menjadi korban serangan bom kimia yang diduga dilancarkan militer Suriah di kota basis pemberontak, Douma, Sabtu (7/4/2018) malam. 

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa dia "sangat prihatin" tentang kekerasan baru di kota Douma, mengutip laporan bahwa serangan udara dan penembakan yang berkelanjutan telah membunuh warga sipil, menghancurkan infrastruktur dan merusak fasilitas kesehatan.

Paus Fransiskus pada hari Minggu mengutuk serangan yang dituduhkan itu.

"Kabar buruk datang kepada kami dari Suriah dengan puluhan korban, banyak dari mereka wanita dan anak-anak ... begitu banyak orang terpukul oleh efek zat kimia dalam bom," kata Paus kepada ribuan orang yang berkumpul di St Peter's Square. .

Kementerian Luar Negeri Rusia memperingatkan terhadap tindakan militer apa pun atas dasar "alasan-alasan yang diciptakan dan dibuat-buat", dengan mengatakan ini dapat menyebabkan konsekuensi yang berat.

Rusia menyebutkan bahwa serangan bom kimia itu adalah laporan palsu.

Amerika Serikat pernah meluncurkan serangan rudal jelajah di pangkalan udara Suriah tahun lalu sebagai tanggapan atas serangan gas sarin di Suriah barat laut.

Salah satu penasihat keamanan atas tanah air Trump mengatakan pada hari Minggu, AS tidak akan mengesampingkan meluncurkan serangan rudal lainnya. 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved