Jumat, 24 April 2026

Soal Pembentukan Koopssusgab untuk Perangi Terorisme, Moeldoko: Yang Penting Kita Hormati HAM

Di sela-sela kunjungannya ke BP Batam Senin (21/5/2018) sore, Moeldoko mengaku tidak mau ambil pusing dengan keberatan dari Komnas HAM

Editor: Mairi Nandarson
TRIBUNBATAM/ZABUR A
Kepala Kantor Staf Presiden Jenderal (Purn) Moeldoko saat berada di BP Batam, Batam, Selasa (22/5/2018) 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Adanya keberatan dari Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) atas pembentukan Komando Operasi Khusus Gabungan (Koopssusgab) untuk memerangi terorisme di Indonesia, ditanggapi santai Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Moeldoko.

Di sela-sela kunjungannya ke BP Batam Senin (21/5/2018) sore, Moeldoko mengaku tidak mau ambil pusing dengan keberatan dari Komnas HAM tersebut.

Menurut Dia, prajurit yang ditugaskan di lapangan tidak perlu takut dikatakan melanggar HAM.

Baca: LIVE STREAMING. Piala Uber 2018. Indonesia vs Perancis. Susy Susanti Ubar Susunan Pemain

Baca: Jadwal Piala Thomas dan Uber 2018 Hari Ini. Indonesia Main Pukul 09.00 WIB dan 19.00 WIB

Baca: Heboh Penyanyi Korea BTS Tampil dengan Pakaian Melayu di Los Angeles. Gadis 18 Tahun Pengirimnya

"Yang penting bagaimana kita menghormati HAM itu sendiri. Biar saja, berat kan berat sendirian yang lain tidak berat," kata Moeldoko.

Menurut Dia, yang harus dilakukan prajurit TNI saat mendapatkan tugas tersebut adalah dengan menghormati HAM.

"Kalau prajurit takut dengan HAM nanti mereka akan duduk bersila saja, tidak bekerja. Itu tidak pernah kita ajarkan kepada prajurit kita," ujarnya.

Menurut Dia, jika ada persepsi lain mengenai pembentukan Koopssusgab merupakan pemikran yang salah.

Pembentukan Koopssusgab merupakan antisipasi agar hal serupa tidak kembali terulang. Karena pemerintah berpikir ke depan dan bisa membuat proyeksi bagaimana ancaman ke depan semakin berat.

"Seharusnya kita melihat beban ancaman ke depan itu seperti apa. Itu yang harus dikalkulasi. Pembentukan Koopssusgab bertujuan untuk memantau pergerakan warga negara Indonesia yang terindikasi melakukan perjalanan ke Suriah," katanya.

"Jangan kita memprotek masyarakat kita ketakutan karena HAM dan kita jalan terus," ujarnya. (bur)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved