TANJUNGPINANG TERKINI

230 Warga Ikut Operasi Katarak yang Digelar Jaksa Agung. Ini Kegiatan Prasetyo Selama di Kepri

ada 230 warga Kepri dari berbagai penjuru kabupaten dan kota menjalani operasi katarak program sosial dari Jaksa Agung RI

230 Warga Ikut Operasi Katarak yang Digelar Jaksa Agung. Ini Kegiatan Prasetyo Selama di Kepri
TRIBUNBATAM/WAHIB WAFA
Kejaksaan Agung HM Prasetyo saat menyaksikan operasi ketarak, Sabtu (22/9/2018) 

TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG -Rangkaian kegiatan Jaksa Agung RI HM Prasetyo hingga kini masih menjalani sejumlah kegiatan yang ada di Kepri. Mulai dari kegiatan Operasi Katarak Gratis di RSUP Kepri, kegiatan lain juga seperti pembekalan kepada para ASN di Kantor Pemerintah di Dompak, Minggu (23/9/2018).

"Kegiatan masih berlangsung hingga Minggu. Rencananya akan memberikan pembekalan kepada ASN serta bantuan sosial," kata Wiwin Iskandar Kasipenkum Kejati Kepri, Minggu (23/9/2018).

Nantinya rencana Jaksa Agung akan berkunjung ke Pulau penyengat setelah kegiatan pembelajaran kepada ribuan ASN di Dompak selesai. Kegiatan minggu ini. Juga Jaksa Agung melakukan penyaluran bantuan santunan kepada para peserta operasi katarak.

Sebelumnya Jaksa Agung menggelar kegiatan operasi katarak di RSUP pada Sabtu (22/9/2018). Setidaknya ada 230 warga Kepri dari berbagai penjuru kabupaten dan kota menjalani operasi tersebut. Kegiatan ini merupakan program sosial dari Jaksa Agung RI di beberapa wilayah.

"Sudah dilaksanakan di Jawa, Sumatera, Kalimantan, Papau dan sekarang di Kepri. Ini merupakan kegiatan sosial untuk mereka penderita Katarak. Setidaknya kegiatan ini dapat membantu masyarakat yang membutuhkan," kata Jaksa Agung HM Prasetyo pada pembukaan di RSUP Kepri.

Baca: Apri Naikan Insentif RT RW di Bintan, Ini Besaran yang Diterima Setiap Bulan

Baca: Ada Seribu Gasing di Kenduri Seni Melayu, Berikut Jadwal Pelaksananya

Baca: Tangkap Kapal Ikan Asing, Perairan Anambas -Natuna Belum Bebas Ilegal Fishing

Ia berharap kegiatan ini dapat meringankan beban masyarakat penderita penyakit Katarak. Karena jika dihitung secara materi untuk satu operasi pasien dapat menghabiskan dana 7-10 juta. Kegiatan gratis ini tentunya dapat bermanfaat.

Sebelumnya di Kepri terdapat 500 orang lebih yang didaftarkan diri sebagai peserta operasi. Namun operasi dapat dilakukan bagi para penderita yang telah melalui kualifikasi kesehatan secara fisik layak dan tidaknya dilakukan operasi. Dari jumlah tersebut hanya 230 yang bisa menjalani operasi.

"Harus melalui proses pengecekan terlebih dahulu. Karena harus dinormalkan dulu seperti yang diabetes dan darah tinggi," ungkapnya.

Sementara itu Kepala Kejati Kepri Asri Agung Putra mengaku senang dengan antusias para peserta. Selain itu juga para relawan yang mendukung kegiatan tersebut mulai dari rumah sakit dan para tenaga medis yang senantiasa berperan melancarkan kegiatan ini dengan sukses. (wfa)

Penulis:
Editor: Zabur Anjasfianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved