BATAM TERKINI
Dampak Virus MR Luar Biasa, Dinkes Kepri Ajak MUI Sosialisasi Pemberian Vaksin
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, Tjetjep Yudiana berharap pelaksanaan imunisasi Measle-Rubella (MR) di Kepri, dapat didukung semua pihak.
Penulis: Dewi Haryati | Editor: Sihat Manalu
Dari enam orang yang mereka temui, hanya empat di antaranya yang bersedia memberikan testimoni, dampak penyebaran virus Rubella."Dari empat orang itu, dua orang dengan anak yang terkena virus ini, dua lagi yang hamil, tapi keguguran.
Dari enam kali hamil, hanya dua anaknya yang jadi. Karena ibunya kena Rubella. Ini jadi tantangan bagi kami," kata Yufrizal.Perlu SosialisasiTerkait pemberian imunisasi MR,
Sektretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kepri, Edi Safrani mengatakan, berdasarkan fatwa MUI Pusat pihaknya sudah meneruskan informasi ke MUI di kabupaten/ kota di Kepri. Kalau di Kepri, pemberian vaksin Rubella tetap lanjut.
"Dasarnya karena darurat kesehatan. Campak dan Rubella ini memang bukan sesuatu yang gawat sampai mematikan. Tapi virusnya membahayakan, bisa mewabah. Karena penularannya lewat udara. Bagaimana generasi berikutnya kalau sudah terkena virus. Ini yang dikhawatirkan," kata Edi kepada wartawan, Kamis (27/9/2018).
Data penyebaran virus ini di Kepripun, diakuinya sudah ada. Meski tak menyebut angka, Edi mengatakannya, sudah banyak yang terkena virus Rubella.
"Dari kami di MUI, juga menyampaikan informasi soal ini ke media, lanjutkan imunisasi. Walaupun masih banyak yang meragukan, tapi masih ada celah daruratnya dari sisi kesehatan. Mungkin ini yang kurang tersosialisasikan dengan masyarakat," ujarnya.
Sementara itu, dari komisi fatwa MUI Batam, Lukman Rivai mengatakan, pihaknya tetap pada keputusan MUI pusat.
Diakuinya memang perlu ada pertemuan lagi dengan pihak-pihak terkait, seperti MUI, dari perwakilan Kementerian Kesehatan dan tokoh-tokoh masyarakat membahas soal imunisasi MR.
"Terutama soal apa ukuran darurat itu. Masih ada yang mempertanyakan ukuran darurat. Untuk meyakinkan, data-data yang ada bisa jadi pertimbangan," kata Lukman.
Lepas dari itu, terkait keputusan boleh atau tidaknya imunisasi MR ini, Lukman mengembalikannya kepada individu masing-masing.Asisten Ekonomi dan Pembangunan Kota Batam, Pebrialin mengatakan, digelarnya kegiatan advokasi dan re-sosialisasi pelaksanaan imunisasi MR ini, sebagai upaya pencegahan penularan virus kepada masyarakat.
"Dari data dinkes, capaian kita masih di bawah target secara nasional. Kegiatan seperti ini memang perlu disosialisasikan. Sifatnya mencegah karena pengobatannya mahal," kata Pebrialin. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/dinkes-mui_20180827_193023.jpg)