BATAM TERKINI

Harus Selesaikan Proyek 100 RTLH, Dinsos Batam Optimis Terealisasi Desember 2018

Sekretaris Dinas Sosial Batam, Leo Putra terlihat optimis proyek Rumah Tak Layak Huni (RTLH) bisa terealisasi hingga Desember 2018.

Harus Selesaikan Proyek 100 RTLH, Dinsos Batam Optimis Terealisasi Desember 2018
Tribun Batam/Istimewa
Suasana Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Sekretaris Dinas Sosial (Dinsos) kota Batam, Leo Putra terlihat optimis proyek Rumah Tak Layak Huni (RTLH) bisa terealisasi hingga Desember 2018.

Hal ini diungkapkannya seusai Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Komisi IV DPRD kota Batam.

"Pengadaan lelang, pendistribusian, perencanaan dan pengawasan juga sudah ditetapkan. Tinggal pelaksanaannya saja. Kita optimisi bisa selesai. Kita sudah sosialisikan kepada Camat setempat," ujar Leo, Rabu (17/10/2018) siang.

Diakuinya pembangunan 100 RTLH ini membutuhkan proses yang cukup panjang.

Pasalnya memang prosesnya diawali dengan perencanaan seperti menyiapkan tukang, saat ini sekarang penyedia lelang turun membagikan material sesuai alokasi 100 unit.

Baca: Hujan Sebentar, Jalan Depan Dataran Engku Puteri Tergenang Air

Baca: Sore Ini Tim Labfor Medan Datangi TKP Kebakaran di Bengkong Aljabar

Baca: Wanita Ini Lumpuh Setelah Jatuh dari Kasur saat Berhubungan Intim

Baca: BREAKINGNEWS, 4 Pengelola Parkir di 2 Mal di Batam Kena OTT Polda Kepri

"Sebanyak 40 di mainland dan 60 di hinterland,"tuturnya.

Kenapa optimis? Leo menegaskan pembangunan ini hanya proses renovasi dan dilaksanakan secara serentak. Setiap rumah bersifat swadaya tukangnya berasal dari lingkungan tersebut.

"Jadi proses pemilihan tukangnya ini pun kita tentukan melalui rapat di kelurahan RT RW dan termasuk yang mendapatkan bantuan tersebut," katanya.

Ia berharap proses pelaksanaan RTLH ini tidak ada lagi hambatan. Sehingga bisa terealisasi tepat waktu. Targetnya selama sebulang langsung kelar.

Sementara itu untuk 2019 perencanaan RTLH tetap di 100 unit rumah. Untuk perencanaan lokasinya belum ditentukan. Pastinya warga yang dibantu harus sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan.

"Pertama yang dibantu harus termasuk data penduduk miskin, kedua karena ini terbatas kami akan menyurati seluruh kelurahan prioritas yang sangat perlu dibantu dan diverifikasi oleh timnya," katanya.

Setelah diverifikasi, lanjut Leo, tim Dinsos akan melakukan survey langsung kelapangan. Sekaligus disiapkan rencana untuk merenovasi rumah masing-masing.

"Setiap tahun pasti seluruh lurah mengajukan 100 tetapi anggaran kitakan terbatas. 1 rumah hanga Rp 22 juta," katanya. (*)

Penulis: Roma Uly Sianturi
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved