Pulau Sambu Tenar Pasca OTT Syahbandar: Inilah Fakta Tampang Kota Tua Saingan Singapura
Pulau Sambu merupakan basis penampungan minyak dan Gas Bumi di masa lampau, serta bercokolnya penjajah Belanda pada tahun 1718
TRIBUNBATAM.ID - Nama Pulau Sambu, Batam tiba-tiba mencuat menyusul adanya Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Dit Reskrimsus Polda Kepri terhadap Kepala Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Pulau Sambu Totok Sunarto dan kepala PT Garuda Mahakam Pratama (GMP) cabang Batam Elimansyah Hia.
Dalam penangkapan di Jakarta pada 2 November lalu, polisi menyita barang bukti berupa uang pecahan dolar AS yang nilainya sekitar Rp 137 juta. Uang itu disebut sebagai uang kelancaran keagenan perkapalan.
Diduga uang labuh jangkar yang diserahkan oleh Elimansyah itu merupakan kutipan-kutipan liar dari para agen kapal yang labuh di area sekitar Pulau Sambu.
Baca: OTT KSOP Pulau Sambu, Uang Pelicin Tiga Kali Diberikan Elimansyah Hia Kepada Totok
Baca: OTT Syahbandar di Batam: Uang Labuh Jangkar Kapal Sempat Tak Terurus
Baca: Kemenkumham Pastikan Pemprov Kepri Berhak Pungut Retribus Labuh Jangkar, Ini Kata Komisi III DPRD

Lantas ingin tahu seperti apa Pulau Sambu, pulau yang berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia itu?
Pulau Sambu merupakan kota tertua di wilayah sekitar gugusan kepualauan yang kini menjadi wilayah administrasi Kota Batam. Pulau sambu sudah menjadi primadona sejak jaman Belanda.
Dari literatur yang ada disebutkan, Pulau Sambu merupakan basis penampungan minyak dan Gas Bumi ( sekarang bernama Pertamina) di masa lampau, serta bercokolnya penjajah Belanda pada tahun 1718 yang yang menguasai beberapa Pulau dan kerajaan Melayu seperti Bintan, kerajaan Tumasik serta Pulau Sambu.
Beberapa peninggalan Belanda berupa tempat tinggal dan tangki penampungan minyak sampai saat ini masih menjadi land mark utama pulau itu.
Dengan sebagian infrastruktur bagunan kuno dengan arsitektur asli Belanda masih terawat dengan baik.
Sebagai salah satu pulau yang memiliki mobilitas ekonomi cukup tinggi, hal itu juga yang menjadi satu alasan pemerintahan era Presiden Soeharto melirik sekitar Sambu untuk dikembangkan.

Pada era 80-an itulah akhirnya dikembangkanlah Pulau Batam seiring dibentuknya lembaga Otorita Batam.
Berdasarkan catatan Wikipedia, Pulau ini, adalah salah satu pulau pemasok minyak bumi terbesar. Pulau yang dahulunya di naungi oleh PT.SHELL (sekrang berganti nama menjadi PT.Pertamina), hanya berbentuk lonjong kedapan, seperti pulau-pulau lainya.
Namun pulau ini mempunyai penduduk yang cukup menghuni dan mempunyai niai-nilai historis yang sangat tinggi. pernah menjadi benteng pertahanan dari Belanda saat zaman penjajahan dulu.
Pulau Sambu sengaja dibangun sebagai terminal minyak Pertamina pada tanggal 16 Agustus 1897 jauh sebelum Kota Batam berdiri.
Selain sebagai terminal minyak Pertamina, Pulau Sambu juga merupakan Kota Tua yang kini berusia hampir 115 tahun. Kota bekas kecamatan di Kabupaten Kepulauan Riau ini, kini menjadi bagian dari wilayah administrasi Pemerintah Kota Batam.

Beberapa bangunan tua yang dibangun oleh PT. Pertamina seperti menara selamat datang, wisma, Kantor Pos, gedung bioskop, rumah sakit Pertamina, serta beberapa prasasti telapak tangan para manager operasional Pertamina untuk Pulau Sambu, dan beberapa buah bunker minyak milik Pertamina.
Dari tingginya aktivitas lalu-lalang kapal yang ada di area itu menjadikan wilayah itu bak sarang madu. Kapal-kapal asing singgah di sekitar Batam, sebagai bagian limpahan ratusan bahkan ribuan kapal yang selama ini menjadi primadona bisnis jasa Singapura.(pwk)