BATAM TERKINI

Elpiji Telat Masuk ke Pangkalan, Gas Melon Dijual Rp 25 Ribu. Dewan Akan Panggil Disperindag

Kelangkaan gas di Botania muncul berbagai spekulasi dari masyarakat. Ada yang mengatakan gas sengaja dimainkan oleh oknum agen.

Elpiji Telat Masuk ke Pangkalan, Gas Melon Dijual Rp 25 Ribu. Dewan Akan Panggil Disperindag
TRIBUNNEWSBATAM.id/ZABUR
Beberapa orang sedang menurun dan menaikan tabung gas elpiji 3 kilogram di pelabuhan rakyat Sagulung, beberapa waktu lalu. Tabung elpiji subsidi tersebut didistribusikan ke Pulau Buluh, untuk di distribusikan kembali ke warga yang tinggal di sejumlah pulau-pulau

Selain Warni, Damayanti Warga perumahan Komplek Taman Raya Tahap III juga mengeluhkan hal yang sama.

Ia mengatakan, sebenarnya kelangkaan gas itu tidak saja hanya Senin kemaren. "Sudah tiga minggu yang lalu gas melon gak dijual di agen biasa,'' ujarnya.

Kelangkaan gas di Botania muncul berbagai spekulasi dari masyarakat. Ada yang mengatakan gas sengaja dimainkan oleh oknum agen. Dan ada juga yang bilang, kelangkaan gas melon yang diperuntukan bagi keluarga miskin itu akan ditarik pemerintah diganti dengan gas bright 5,5 kg.

Baca: Tabung Gas Elpiji Menghilang dari Peredaran, Ini Penjelasan Disperindag Kepri

Baca: Elpiji 3 Kg di Botania Langka, Ada Warga Terpaksa Masak Pakai Minyak Tanah

Baca: Depo Pertamina Tanjunguban Alokasikan Penambahan Gas ke Agen Elpiji

Baca: Isdianto Lakukan Pendekatan Agar Gas Elpiji Ditunda Kenaikannya

Bahkan harga elpiji di Legenda Malaka sebesar Rp 25 ribu per tabung.Terkait kelangkaan elpiji 3 kilogram ini DPRD Kota Batam dalam waktu dekat akan memanggil pihak-pihak terkait.

Ketua Komisi II DPRD Batam Edward Brando mengaku belum mengetahui kenaikan dan kelangkaan gas tiga kilogram tersebut. Namun demikian ia berjanji akan segera mencari tahu sekaligus membicarakan kelangkaan dengan dinas terkait.

"Kita akan jadwalkan memanggil dinas terkait untuk rapat dengar pendapat. Apa penyebabnya dan solusi seperti apa, akan kita cari bersama," kata Edward.

Anggota Komisi II DPRD Batam, Mukriyadi mengatakan kelangkaan dan melambungnya harga elpiji 3 kilogram ini karena adanya permainan harga di pasar.

"Saya dengar di agen harga normal, sedangkan pertamina tidak mengurangi stok. Sementara bila dibeli kepada pengecer, harganya lebih tinggi. Gas tiga kilo di agen juga sering kosong. Makanya kita ingin tahu penyebabnya apa," katanya.

"Beberapa hari ini kita mendapatkan laporan kelangkaan elpiji, gas sulit didapatkan. Sementara pengecer hanganya sudah tinggi. Saya minta pemerintah untuk mengawasinya," tegasnya. (rus)

Penulis: Roma Uly Sianturi
Editor: Zabur Anjasfianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved