TANJUNGPINANG TERKINI

Pemilik Cafe D’Piston Sayangkan Pembongkaran, Minta Pemko Dukung Entrepreneur Muda

“Kami awalnya juga tidak ingin menambah dan merenovasi taman, tetapi Pejabat Walikota Tanjungpinang terdahulu menyarankan untuk dipercantik.

Pemilik Cafe D’Piston Sayangkan Pembongkaran, Minta Pemko Dukung Entrepreneur Muda
TRIBUNBATAM.id/WAHIB WAFA
Cafe D’Piston yang berada di Jalan Agus Salim, Tanjungpinang 

TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG-Pemilik Cafe D’Piston menyayangkan pemerintah kota Tanjungpinang yang dianggap kurang mendukung entrepreneur muda kreatif yang akan berkreasi dalam dunia usaha kuliner.

Hal ini dikeluhkan seteleh adanya teguran yang dilayangkan Pemerintah Kota Tanjungpinang terhadap pemanfaatan lokasi taman di Jalan Agus Salim sebagai lokasi usaha.

Muhammad Imanuddin pemilik cafe tersebut mengaku di tegur oleh BUMD Tanjungpinang sebagai perpanjangtangan Pemko terkait penggunaan sebagian taman.

Baca: Mobil Berhenti Mendadak, Jadi Penyebab Truk Air Ini Terbalik di Jalan Gajah Mada

Baca: Gadis Cantik Yang Hilang Mendadak Mengirim Kabar ke Ponsel Polisi. Ini Bunyi Pesan yang Disampaikan

Baca: Manfaatkan Energi Ramah Lingkungan, PGN Luncurkan 32 Unit Gaslink Truck Berbahan Bakar Gas Bumi

Baca: Gadis Cantik Kampung Tanah Merah Mendadak Hilang. Polisi Ikut Sibuk Cari Jejak Yuli

"Kami bukannya merusak, justru kami memperindah lokasi ini lebih bersih dan indah. Tanamnya dipercantik dengan penanaman rumput dan penambahan lampu hias. Awalnya tidak masalah. Ini sudah berjalan beberapa bulan baru dipermasalahkan suruh bongkar," ujar Iman.

Ia mengaku teguran yang dilayangkan itu perihal beberapa bagian taman yang di renovasi, seperti penambahan pagar di bagian depan cafe dan panggung yang berada di sisi kiri cafe.

“Kami awalnya juga tidak ingin menambah dan merenovasi taman, tetapi Pejabat Walikota Tanjungpinang terdahulu menyarankan untuk dipercantik. Kami juga tidak berani kalau tidak ada izin lisan tersebut," ungkap Iman.

Ia juga menyebutkan, awalnya lokasi ini, justru kumuh dan gelap. Perenovasian taman juga dimaksudkan agar lokasi usahanya menjadi lebih nyaman.

“Kalau kami merusak baru ditegur. Mereka (Pemko Tanjungpinang) menganggap keberadaan pagar dan meja yang terdapat di depan cafe jadi seperti hak milik, seperti kami yang punya dan sudah kami beli. Dulu disini gelap dan paritnya juga tersumbat. Maka dari itu kita rapikanlah tempat ini," tuturnya.

“Padahal itu biar rapi, sehingga pengunjung masuk dari depan itu. Kami juga menyewa dengan BUMD, investasi kami juga tidak sedikit untuk membuka usaha ini”, tambahnya.

Jika pemanfaatan sebagian taman kota dianggap melanggar Perda, seharusnya Pemerintah Kota juga bersikap adil karena masih banyak pelaku usaha yang justu merusak keberadaan taman kota.

"Harusnya pemerintah itu mendukung kami yang muda-muda untuk berkreasi di bidang entrepreneur usaha," katanya lagi. (wfa)

Penulis: Wahib Wafa
Editor: Zabur Anjasfianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved