Breaking News:

BATAM TERKINI

Tingkat Pemahaman Masyarakat Kepri Terhadap Paham Radikal Masih Rendah, FKPT Lakukan Penguatan

Kepri, masuk peringkat sedang potensi penyebaran radikalisme di Indonesia. Tingkat kesejahteraan dan kepercayaan masyarakat terhadap hukum masih lemah

TRIBUNBATAM.id
Pauzi memberikan penjelasan terkait paham radikalisme yang masih minim pemahaman masyarakat Kepri 

TRIBUNBATAM.id, BATAM- Kepri, masuk peringkat sedang potensi penyebaran radikalisme di Indonesia. Tingkat kesejahteraan dan kepercayaan masyarakat terhadap hukum yang masih lemah, menjadi beberapa indikatornya. Hal ini disampaikan Ketua Bidang Penelitian Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Kepri, Pauzi, saat dialog pelibatan masyarakat dalam pencegahan terorisme di kawasan perbatasan melalui FKPT.

"Karena tak percaya dengan hukum, sehingga mereka melakukan seperti itu. Mudah terpengaruh. Bahkan dalam konsep agama, mereka sanggup pindah agama untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari," kata Pauzi, Kamis (22/11/2018) di Hotel Harris Batam Center.

Letak geografis Kepri yang berbatasan dengan negara luarpun, tak dipungkirinya, ikut mendukung adanya potensi penyebaran radikalisme di Kepri. Kepri sebagai pintu masuk orang-orang dari negara luar, masuk ke Indonesia.

"BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme) mewaspadai hal ini. Karena Kepri pintu masuknya, jangan sampai merambah ke wilayah lain di Indonesia. Tapi untuk Kepri memang masih baru sebatas indikasi," ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan, tingkat pemahaman masyarakat Kepri terhadap paham radikal masih rendah. Hanya 0,4 persen secara keseluruhan di Indonesia. Karena itu, penting dilakukan penguatan di berbagai bidang di Kepri, untuk mencegah masuknya penyebaran radikalisme di Kepri. Termasuk dari segi nilai-nilai kearifan lokal.

Baca: Di Forum Ini, Dirreskrimum Polda Kepri Blak Blakan Soal Radikalisme di Kepri

Baca: 5 Sayuran Ini Ternyata Tak Boleh Dimakan Mentah, Mulai Kentang Hingga Terong

Baca: Pelangsir Solar di Bintan Dapat Untung Rp 50 Ribu Per Jeriken. Begini Modus yang Dilakukan

"Perlu penyebaran dan penguatan lebih dahsyat lagi, apa itu paham radikal. Kalau sekarang ini kan penyebarannya baru masuk ranah TNI/Polri, di pendidikan-guru dan siswa, budayawan. Belum masuk semuanya," kata Pauzi.

Dalam penelitiannya, Pauzi dan tim mengambil sampel Batam, Tanjungpinang dan Tanjung Balai Karimun. Dari ketiga daerah itu, menurutnya Batam yang paling berisiko terpapar bahaya radikalisme.

"Batam sangat multilateral. Apa saja boleh masuk. Duduk-duduk, cerita, tak tahu rupanya dia (orang yang diajak bicara) teroris," ujarnya.

Lepas dari itu, dikatakan Kepri sendiri, termasuk daerah yang pernah menjadi tempat persembunyian pelaku terorisme. Sebut saja Noordin M Top. Ia pernah tinggal di Moro, Karimun, selama 2 tahun.

"Untuk ranah pintu masuk, terbanyak keluar masuknya di Bintan, di Berakit. Ini kami ketahui dari pelaku teroris yang sudah insyaf dan sekarang bergabung di BNPT. Mereka memberikan testimoninya, mereka masuk di Bintan lewat Berakit," kata Pauzi. (*)

Penulis: Dewi Haryati
Editor: Sihat Manalu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved