Breaking News:

LIGA 1 2018

Wasit Tak Beri Tambahan Waktu Jadi Kontroversi Laga Bali United Vs Persija di Akhir Babak 2

Pertandingan sempat terhenti sebanyak tiga kali di babak pertama, karena adanya petasan berjenis cerawat yang dinyalakan oknum pendukung Bali United d

TRIBUNBALI/RIZAL FANANY
Yabes Roni dan pemain Bali United lainnya termenung saat laga selesai, Minggu (2/12/2018). Bali United dipaksa mengakui kekalahan dari Persija Jakarta 

Tertinggal 1-0 di babak pertama, Bali United langsung memberikan tekanan di awal babak kedua ke pertahanan Persija.

Ada dua peluang yang didapatkan lewat Stefano Lilipaly dan Brwa Nouri, sayang masih belum mengubah kedudukan.

Memasuki menit ke-54, umpan Irfan Bachdim ke kotak penalti Persija yang ditujukan ke Ilija Spasojevic berhasil dihalau dengan baik oleh Gunawan Dwi Cahyo.

Sampai saat itu, Persija mencoba bermain bertahan untuk meladeni serangan-serangan Bali United.

Bek kiri Bali United, Taufik Hidayat, harus menerima kartu kuning pada menit ke-57 setelah melanggar keras Riko Simanjuntak.

Laga kembali harus berhenti pada menit ke-63 setelah oknum pendukung Bali United di tribune Utara menyalakan petasan berjenis cerawat.

Penyalaan cerawat dan kembang api tak hanya dari tribune utara saja, tetapi juga ada di tribune timur.

Cerawat itu juga dilemparkan ke lapangan.

Baca: Atur Skor Pertandingan, Kapten Sriwijaya FC Pernah Ditawari Rp 400 Juta

Baca: Peluang Persija Juara dan Geser PSM. Skor Bali United vs Persija 0-1 di Babak Pertama

Baca: Penghapusan Denda PBB-P2 Tinggal Lima Hari Lagi, Azmansyah Ajak Masyarakat Bayar Pajak

Kemungkinan besar penyalaan petasan itu tak lepas dari kekecewaan dari suporter ke Bali United yang duduk di peringkat keenam klasemen sementara Liga 1 2018.

Padahal musim lalu, Bali United berhasil finish di posisi kedua dan mendapatkan satu tiket ke Piala AFC 2018.

Halaman
1234
Editor: Zabur Anjasfianto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved