Jalan Raya Gubeng Ambles, Polisi Sudah Periksa 34 Saksi, Sebagian Besar Pekerja Proyek

"Semalam, semua saksi sudah diperiksa, tidak menuntut kemungkinan saksinya akan bertambah sesuai kebutuhan penyidik," kata Kapolda

Jalan Raya Gubeng Ambles, Polisi Sudah Periksa 34 Saksi, Sebagian Besar Pekerja Proyek
surya/ahmad zaimul haq
Kondisi tanah ambles di Jalan Raya Gubeng Surabaya, Rabu (19/12/2018). Jalan raya itu ambles, Selasa (18/12/2018) malam diduga karena proyek pembangunan gedung di sekitar lokasi. 

TRIBUNBATAM.id, SURABAYA - Polisi terus melakukan penyelidikan atas peristiwa amblesnya sebagian Jalan Raya Gubeng.

Hingga saat ini, ada 34 saksi yang diperiksa untuk merekontruksi peristiwa tersebut.

Saksi-saksi tersebut 29 di antaranya dari kelompok pekerja proyek dan sisanya dari saksi ahli dari bidang terkait.

"Semalam, semua saksi sudah diperiksa, tidak menuntut kemungkinan saksinya akan bertambah sesuai kebutuhan penyidik," kata Kapolda Jawa Timur Irjen Luki Hermawan, Kamis (20/12/2018).

Baca: Warga Tanjunguncang Terancam Tak Dapat Air Bersih dari ATB. Ini Sebabnya!

Baca: Lirik Lagu untuk Ibu, Cocok Dinyanyikan saat Hari Ibu 22 Desember 2018

Baca: Isu Pengaturan Skor di Liga Indonesia, Kapolri Bentuk Satgas. Ini yang Akan Dilakukan Polisi

Baca: Takut Ditagih Utang Rp 274 Juta yang Habis Untuk Foya-foya, Pria Ini Pura-pura Mati

Selain memeriksa saksi, polisi juga telah mengumpulkan beragam barang bukti dari laporan tertulis rencana kontruksi hingga bahan pendukung lainnya.

"Rekontruksi juga sedang kami lakukan untuk mengungkap detil peristiwa," jelasnya.

Polda Jawa Timur telah membentuk tim khusus untuk menangani kasus amblesnya Jalan Raya Gubeng Surabaya.

"Tim akan dipimpin Wakapolda Jatim Brigjen (Pol) Toni Hermanto," jelasnya.

Tugas utama tim untuk saat ini selain mengungkap kasus hukumnya, kata Luki, juga turut membantu Pemkot Surabaya melakukan pemulihan lokasi Jalan Raya Gubeng yang ambles.

"Percepatan pemulihan ini lebih dibutuhkan masyarakat," katanya.

Halaman
1234
Editor: nandrson
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved