Ratusan Ribu Pegawai Negeri Amerika Serikat Terancam Tak Gaji hingga Tahun Baru. Ini Sebabnya!

Para pegawai negeri 9 dari 15 kementerian dan badan negara termasuk Kemenlu maupun Kementerian Kehakiman di Amerika Serikat terancam tak digaji.

Ratusan Ribu Pegawai Negeri Amerika Serikat Terancam Tak Gaji hingga Tahun Baru. Ini Sebabnya!
Saul Loeb / AFP
Presiden AS Donald Trump 

Senator Jeff Merkley dari Demokrat membenarkan partainya berusaha mengeblok langkah Presiden Trump mendapatkan dana tembok perbatasan.

"Itu benar. Tembok kokoh dengan tinggi sembilan meter dengan bahan dasar baja dan runcing di ujungnya jelas langkah yang tidak pintar," kritik Merkley.

Shutdown itu mendapat reaksi dari Komite Bidang Luar Negeri Senat Bob Corker yang berasal dari Republik.

Dia menuduh Trump menjadikan shutdown sebagai isu kampanye.

Corker menyebut perseteruan itu sudah diatur sehingga seolah-olah Trump sedang bertarung. "Benar-benar tak berguna dan sembrono," keluhnya di CNN.

Akibat shutdown ini, para pegawai sembilan dari 15 kementerian dan badan negara termasuk Kementerian Luar Negeri maupun Kementerian Kehakiman tak digaji.

Ratusan ribu pegawai negeri AS terpaksa dirumahkan atau mengalami furlough, atau bekerja namun tak mendapat bayaran.

Ini merupakan shutdown ketiga yang terjadi di AS sepanjang Trump menjabat. Shutdown pertama terjadi pada Januari lalu, atau tepat setahun dia menjabat.

*Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Shutdown AS Terancam Berlangsung hingga Tahun Baru"

Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved