Kamis, 28 Mei 2026

Berada 700 Meter dari Gunung Anak Krakatau, Nelayan Ini Jadi Saksi Hidup Terjadinya Tsunami Banten

Nelayan asal Lampung, Puji (19), menjadi salah satu saksi mata yang melihat detik-detik terjadinya tsunami Banten, Sabtu (22/12/2018).

Tayang:
GEO MAGZ: Stehn (1929)
Ilustrasi/Foto-foto Lawas Kelahiran Gunung Anak Krakatau 1929 Mulai Tumbuh dari Kedalaman Laut 180 Meter 

Puji menceritakan situasi di tengah laut usai letusan Gunung Anak Krakatau sempat hujan bercampur debu vulkanik.

Perjuangan Puji menyelamatkan diri di tengah laut ketika tsunami pun tak mudah.

Ia sempat menyusul temannya yang masih ada di daratan Anak Krakatau.

"Lalu saya berenang sama teman saya nyusul teman saya di daratan Anak Krakatau. Disana ternyata perahu teman-teman juga sudah hancur, mereka juga berenang. Terus saya samperin, saya nanya katanya di daratan masih ada 2 orang lagi," paparnya.

Tapi, di tengah Puji ingin menolong temannya, belahan Anak Krakatau kembali jatuh ke laut sebanyak 2 kali.

Ambrukan Anak Krakatau yang terakhir langsung membuat air laut terasa panas.

"Saya samperin, tapi belum sampai tempat bagian ujung gunungnya jatuh. Saya teriak ke mereka agar berenang ke tengah.

Setelah teman saya berenang ke tengah, bagian timur gunung ambruk lagi. Setelah ambruk itu airnya langsung panas sampai badan kerasa panas," katanya.

Beruntungnya lagi, Puji dan 6 nelayan lainnya berhasil menyelamatkan diri dari tragedi letusan Anak Krakatau dan tsunami.

Mereka berkumpul di tengah laut dalam keadaan mengapung sambil memikirkan cara menyelamatkan diri.

Bahkan mereka sempat mengisi tenaga dengan mengonsumsi makanan seadanya, termasuk ikan mentah demi menambah tenaga.

"Akhirnya kita kumpul ada 7 orang dan ada persediaan beras. Kita makanin itu beras mentah di tengah laut, makan ikan mentah juga saking laparnya biar ada tenaga," ucapnya.

Dengan berbagai pertimbangan, akhirnya Puji dan 6 nelayan lain memutuskan berenang ke daratan dengan bantuan bongkahan perahu.

Sayangnya, 3 nelayan tidak mampu lagi berenang hingga meminta Puji dan nelayan lain untuk terus berenang menyelamatkan diri lebih dulu.

"Sesudah itu kita memutuskan untuk berenang ke pulau dari tengah laut. Tapi, 3 orang ngga kuat berenang.

Sumber: GridHot.id
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved