Mustahik ATB Wujud Berbagi ke Masyarakat

"Ini wujud kepedulian ATB terhadap masyarakat, melalui program bantuan mustahik kita berbagi ke masyarakat yang membutuhkan," ujar Maria Jacobus

Mustahik ATB Wujud Berbagi ke Masyarakat
DOK ATB BATAM
Manajemen ATB saat mengunjungi penerima bantuan mustahik ATB beberapa waktu lalu. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Sebagai perusahaan pelayanan publik, ATB tidak hanya fokus memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggan. Namun ATB juga peduli dengan program-program sosial yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Melalui program pemberian bantuan mustahik kapada warga Batam yang memiliki penyakit dengan kriteria berat, namun berasal dari keluarga yang kurang berkecukupan. Program bantuan mustahik ATB berjalan secara reguler setiap bulannya.

"Ini wujud kepedulian ATB terhadap masyarakat, melalui program bantuan mustahik kita berbagi ke masyarakat yang membutuhkan," ujar Maria Jacobus Head Of Corporate Secretary ATB, Senin (31/12/2018).

Baca: CSR ATB di Mal Pelayanan Publik Batam, Kumpulkan Ratusan Kantong Darah

Baca: ATB Konsisten Pacu Inovasi Berbasis Teknologi

Baca: ATB Jamin Pelayanan Air Akan Tetap Baik Jelang Berakhir Konsesi

Belum lama ini ATB memberikan bantuan mustahik yang diberikan kepada keluarga Ibu Idun Fitri di Perum Cipta Permata Bengkong Sadai.

Putri mereka Anastasya Safitri Arifianto yang memiliki penyakit jantung bocor sehingga perlu biaya untuk pengobatan.

"Semangatnya untuk sembuh dan tetap bersekolah sangat tinggi. Saya bisa tabah karena melihat semangatnya. Operasi jantunya akan dijadwalkan di rumah sakit Harapan Kita Oktober tahun depan," ujar Idun Fitri saat dikunjungi tim ATB .

Selama penyelenggaraan CSR ATB Peduli Sosial bantuan mustahik. Tim ATB selalu memberikan dorongan dan semangat kepada pihak keluarga yang dikunjungi.

"Semoga Anastasya tetap semangat, saya salut dengan semangatnya dan tetap tertawa bermain sperti anak yang kesehatannya masih fit seusianya," jelas Maria

ATB juga memberikan bantuan mustahik lainnya kepada Jelita Syifrayanti Situmorang yang tinggal di kawasan Tanjung Uncang. Jelita yang menderita lumpuh dari bayi juga memerlukan biaya untuk berobat.

"Jelita sakit awalnya demam di usia 6 bulan dan kemudian diperiksakan ke dokter, Jelita divonis terkena virus tokso cacat kaki dan tidak bisa bicara layaknya anak normal," ujar Suriani Nadeak orang tua Jelita.

Halaman
12
Editor: nandrson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved