Pemerintah Kenya Afrika Timur, Belajar ke ATB

Sejumlah negara tertarik ingin mempelajari SCADA dan GIS yang terintegrasi yang dibangun ATB. Salah satunya, datang dari pemerintah Kenya Afrika Timur

Pemerintah Kenya Afrika Timur, Belajar ke ATB
DOK ATB BATAM
Presiden Direktur ATB Ir Benny Andrianto Antonius MM memberikan cinderamata ke perwakilan pemerintah Busia, Kenya Afrika Timur saat berkunjung ke ATB beberapa waktu lalu. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Sebagai perusahaan air bersih terbaik di Indonesia, membuat ATB layak jadi magnet bagi banyak perusahaan/instansi pengelolaan air.

Jauh melebihi perusahaan air lokal Indonesia, kisah sukses ATB mengelola air bersih menggema hingga ke mancanegara.

Sejumlah negara tertarik ingin memperlajari SCADA dan GIS yang terintegrasi yang dibangun ATB. Salah satunya, pengakuan tersebut datang dari pemerintah Kenya Afrika Timur yang berkunjung ke ATB dipenghujung tahun 2018.

Baca: Mustahik ATB Wujud Berbagi ke Masyarakat

Baca: CSR ATB di Mal Pelayanan Publik Batam, Kumpulkan Ratusan Kantong Darah

Baca: ATB Konsisten Pacu Inovasi Berbasis Teknologi

Baca: ATB Jamin Pelayanan Air Akan Tetap Baik Jelang Berakhir Konsesi

"Kami sangat senang dapat berkunjung ke ATB, kami ingin mendengar kisah sukses tim ATB mengelola air bagi penduduk Batam dengan baik, ini kesempatan yang baik bagi kami untuk belajar," ujar Isac Andanje Alukwe, Anggota Komite Eksekutif Kementerian Air, Irigasi, Lingkungan dan Sumber Daya Alam Provinsi Busia, Kenya, Afrika Timur di kantor ATB, Kamis (20/12) lalu.

Kunjungan bersama sekitar 14 orang ke ATB tersebut disambut langsung oleh Presiden Direktur ATB Ir Benny Andrianto Antonius MM bersama jajaran manajemen ATB. Selama berdiskusi, Presdir ATB menyampaikan presentasi seputar ATB.

Pihaknya mendapat gambaran secara umum serta informasi bagaimana ATB berhasil mengelola air bersih dan mendistribusikannya dengan baik bagi penduduk Batam. Melalui teknologi SCADA terintegrasi, ATB mampu efisien mengelola air bersih.

"Informasi dan teknologi yang digunakan untuk pengelolaan air di ATB yang kami dapatkan dari sini akan jadi modal untuk kami bawa pulang. Khususnya bidang SCADA dan GIS untuk bisa kami sampaikan ke pemerintah Busia," ujar Isac.

Meski baru melakukan kunjungan ke ATB untuk pertama kalinya, namun Isac bersama sekitar 14 orang rekan dari negaranya cukup berkesan.

Merekapun berharap bisa belajar lebih jauh ataupun bekerjasama dengan ATB dalam penyediaan air bersih di wilayah mereka.

Baca: Pertama Kali, ATB Gelar Donor Darah di Mal Pelayanan Publik

"Kami berharap bisa bekerja sama dengan ATB dalam memberikan masukan dan informasi yang berguna bagi kami, untuk pemerintahan kami di Kenya. Kami berharap dapat membangun informasi dengan tim teknik ATB untuk dapat membantu kami di Kenya khsususnya untuk air bersih," harapnya.

Kunjungan yang dilakukan pemerintah Kenya jadi salah satu bentuk nyata ATB dapat menunjukan pelayanan air bersih yang luar biasa bagi setiap pelanggan di Batam. Pemerintah Kenyapun berencana untuk melakukan kunjungan lanjutan.

"Kami sangat senang dan memberikan apresiasi ke ATB, penduduk disini (Batam), tentunya kami akan jadwalkan kembali kunjungan lanjutannya," harap Isac.

Mendapat kunjungan dari pemerintah Kenya tentunya jadi sebuah kebanggaan bagi ATB. Sebagai benchmark bagi parusahaan air di Indonesia, sedikitnya ATB mendapat 6-7 kali kunjungan dari berbagi instansi maupun perusahaan dalam satu bulan baik dari dalam dan luar negeri.

"Kami sangat senang dan terbuka bagi setiap kunjungan yang datang ke ATB. Bisa sama-sama berbagi untuk memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat," ujar Maria Jacobus, Head of Corporate Secretary ATB. (*)

Editor: nandrson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved