Bayi Masih Menangis Saat Dikubur, Simak 9 Fakta Siswa SMK Kubur Bayinya Hidup-hidup
Polisi masih menangani kelanjutan kasus bayi yang dikubur hidup-hidup di Sidoarjo. Simak 9 fakta dibalik kasus tersebut.
"Sementara pelaku (RM) diamankan saat berada di Gisik Cemandi," sambung Kapolsek.
8. Ayah Bayi Tersangka dan Ibu Bayi Tak Ditahan
Polisi sudah memeriksa dua pelajar yang bayinya dikubur hidup-hidup hingga tewas di Sidoarjo.
Mereka adalah adalah RM, pelajar SMK berusia 18 tahun asal Desa Kwangsan, Kecamatan Sedati, Sidoarjo; dan adik kelasnya LV (16) asal Desa Pepe, Kecamatan Sedati, Sidoarjo.
"Keduanya sudah diinterogasi oleh penyidik PPA (perlindungan perempuan dan anak). Mereka juga sudah menceritakan banyak hal terkait peristiwa ini ke penyidik," ungkap Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo, Kompol Muhammad Harris, Kamis (3/1/2019).
Pemeriksaan ini dilakukan setelah penyidik PPA menerima berkas pelimpahan kasus tersebut dari Polsek Sedati.
Artinya, kasus ini sepenuhnya ditangani PPA Satreskrim Sidoarjo' Polresta Sidoarjo.
Sesai menjalani pemeriksaan penyidik, RM resmi ditetapkan sebagai tersangka dan langsung ditahan oleh penyidik karena ia yang kubur bayi hasil hubungan dengan LV hidup-hidup.
"Siang ini dia ditahan di Polresta Sidoarjo," kata Harris.
Sementara LV dibolehkan pulang setelah menjalani pemeriksaan.
Dia hanya sebagai saksi dalam kasus kematian anak yang dilahirkannya tersebut.
"Si laki-lakinya memaksa (untuk mengubur anak mereka), sehingga perempuannya menurut saja karena paksaan itu. Karenanya, yang laki-laki sudah tersangka," jawab Harris saat ditanya alasan penetapan tersangka ini.
9. Jenazah bayi sudah diotopsi
Di sisi lain, polisi juga terus melakukan sejumlah upaya untuk mengungkap kasus ini.
Jenazah bayi malang yang dibunuh orangtuanya sendiri itu juga sudah diotopsi.
"Termasuk saksi lain juga sudah dimintai keterangan. Seperti temannya yang rumahnya dipakai untuk tempat melahirkan," lanjut Harris.
Bayi perempuan itu lahir dari rahim LV pada Minggu (30/12/2018) sekitar pukul 18.00 WIB.
Bayi itu dilahirkan di rumah temannya di Kwangsan.
Remaja perempuan ini hamil delapan bulan dan melahirkan anaknya dengan normal.
Kehamilannya tersebut akibat hubungan kebablasan dengan sang pacar, RM.
Saat LV melahirkan, RM juga mendampingi.
Bayi mereka lahir sehat meski kelahiran tanpa dibantu dokter atau bidan.
Dua remaja itupun kebingungan.
Apakah harus memberitahu orang tuanya atau membuang bayi mereka.
Di tengah kebingungan itu, mereka berdua ke Makam di Dusun Wagir.
RM membuat lubang di tanah menggunakan cethok lantas mengubur bayinya tersebut hidup-hidup di tempat pemakaman umum Dusun Wagir, Desa Kwangsan, Kecamatan Sedati, Sidoarjo.
Saat dikubur, bayinya masih sempat menangis.
Tapi akhirnya tewas ketika diuruk dengan tanah di lubang itu.(*)
*Artikel ini telah tayang di Serambinews.com dengan judul 9 Fakta Siswa SMK Kubur Bayinya Hidup-hidup, Bayi Menangis dan Ditangkap Saat Pindahkan Jenazah