TANJUNGPINANG TERKINI

BREAKING NEWS Bocah 11 Tahun di Tanjungpinang Meninggal Dunia Karena DBD, Ini Kata Kadinkes

Nyawa Hh, bocah berusia 11 tahun itu tidak bisa tertolong lagi di RSUP Kepri setelah dirujuk dari RSUD Bintan, Selasa (22/1/2019) sekitar pukul 23.40

BREAKING NEWS Bocah 11 Tahun di Tanjungpinang Meninggal Dunia Karena DBD, Ini Kata Kadinkes
TRIBUNBATAM.id/THOM LIMAHEKIN
Suasana di rumah duka bocah laki-laki berusia 11 tahun yang meninggal akibat terserang DBD 

TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG - Demam Berdarah Dengue (DBD) merenggut nyawa seorang bocah laki-laki di Perumahan Bukit Raya Blok Kambuna Nomor 52 Kilometer 11 Ganet Kota Tanjungpinang.

Nyawa Hh, bocah berusia 11 tahun itu tidak bisa tertolong lagi di RSUP Kepri setelah dirujuk dari RSUD Bintan, Selasa (22/1/2019) sekitar pukul 23.40 WIB.

"Ada anak kawan yang meninggal akibat DBD. Dia dirujuk dari RSUD Bintan karena mamanya kerja di sana ke RSUP Kepri," kata Aries, warga perumahan kepada TRIBUNBATAM id, Rabu (23/1/2019) siang.

Orangtua korban sempat mengakui kasus DBD yang menimpa anaknya. Namun, dia enggan bicara banyak karena masih ada kesibukan lain.

Kasus DBD yang merenggut nyawa bocah laki-laki tersebut dibenarkan Kepala Dinkes Kota Tanjungpinang, Rustam.

Dia mengatakan awalnya korban dirawat di RSUD Bintan tetapi kemudian dirujuk ke RSUP Kepri.

Tak Ingin Gegabah, Ini Rencana Bea Cukai Untuk Tangani Kasus Penyelundupan 3 Mobil Mewah di Batam

Abu Bakar Baasyir Batal Dibebaskan, Ini Penjelasan Kepala Staf Presiden Moeldoko

LOKER BATAM HARI INI - Dibutuhkan Staff Pengajar Hingga Waiter, Cek Info Lowongan Kerja

TRIBUNWIKI - Tak Hanya Rupiah, Warga Kepulauan Riau Ternyata Pernah Miliki Mata Uang Khusus

"Di RSUP Kepri nyawa korban tidak bisa ditolong," ucap Rustam.

Menurut Rustam, selama 2019 ada sekitar 30 kasus DBD di kota Tanjungpinang.

Kasus-kasus tersebut bisa ditangani dan pasiennya bisa selamat. Dari sekian kasus itu, baru kasus inilah yang memakan korban jiwa.

Karena itu, Rustam mengingatkan seluruh warga kota Tanjungpinang untuk memperhatikan pola hidup sehat agar bisa terhindar dari DBD.

Dia bahkan memberikan beberapa tips untuk bisa mengatasi demam yang mematikan ini.

"Warga diharapkan untuk menghindari jentik-jentik nyamuk di rumah dan daerah sekitarnya. Genangan air harus diawasi," ungkap Rustam.

Kepala Dinkes Pemko Tanjungpinang ini mengingatkan warga supaya cepat mengambil sikap terhadap pasien yang mengalami demam selama dua hari berturut-turut. Kendatipun sudah diberi obat, namun demamnya tidak turun merupakan gejala awal DBD.

"Selekas mungkin mencari fasilitas kesehatan agar korban bisa mendapatkan pertolongan secepatnya," tegas Rustam. (tom)

Penulis: Thom Limahekin
Editor: nandrson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved