Gara-gara Pengajuan Kredit Ditolak, Wanita Ini Nekat Lepas Pakaian di Depan Manjer Bank

Dalam video yang viral beredar di media sosial Rusia VKontakte, awalnya Kuzmina datang dan mengisi aplikasi pinjaman dana untuk membeli mobil.

Gara-gara Pengajuan Kredit Ditolak, Wanita Ini Nekat Lepas Pakaian di Depan Manjer Bank
IST/VKontakte via Daily Mail
Potongan rekaman video memperlihatkan perempuan bernama Yulia Kuzmina ketika mengajukan pinjaman. Dia membuka baju dan tampil bugil di depan manajer bank setelah pinjamannya ditolak. 

Jika terdaftar di sistem tersebut, mereka tidak bisa meminjam uang dari bank atau lembaga keuangan tradisional.

Diperkirakan, lebih dari 500 juta penduduk China berada dalam kelompok ini.

Mereka menjadi target empuk dari platform peminjaman peer-to-peer, atau metode peminjaman uang yang mempertemukan peminjam dan pemberi pinjaman secara online.

Platform lintah darat itu biasanya memiliki kesadaran risiko yang rendah dan mematok bunga yang sangat tinggi.

Para mahasiswa yang tidak memiliki aset sebagai jaminan adalah konsumen utama kredit online yang dengan mudah menawarkan pencairan dana dalam hitungan jam, cukup dengan mengisi beberapa formulir.

"Saya mendapat 5.000 yuan (sekitar Rp 10,3 jutaan) sebagai pinjaman yang cari hanya dalam waktu kurang dari tiga menit setelah mengirim foto dan video bugil saya kepada peminjam," aku salah satu korban.

Bunga yang dikenakan untuk pinjaman tersebut sebesar 27 persen per bulan. Jika mereka gagal mengembalikan pinjaman, biasanya akan ditangani di luar hukum yang tentu akan lebih merugikan.

Sayangnya, penolakan bank dan lembaga keuangan tradisional dengan alasan "bukan klien berkualitas", sering menjadi alasan utama mereka memilih lintah darat karena kebutuhan uang tunai yang mendesak dan tidak diperlukannya jaminan.

Kasus serupa sebelumnya juga sempat menjadi topik utama media China, yakni tentang rentenir yang tidak bermoral, tekanan keuangan pada pelajar, dan apakah perempuan berhak menyerahkan foto-foto mereka.

Dilansir KompasTekno dari South China Morning Post, Kamis (29/11/2018), para analis mengamati hal ini sebagai indikasi meningkatnya konsumerisme di China, sistem keuangan yang belum berkembang dan buruknya sistem peminjaman uang bagi pelajar.

Halaman
1234
Editor: Zabur Anjasfianto
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved