BINTAN TERKINI

APBD Bintan Masih Defisit, Nilainya Sekitar Rp 48 Miliar, Ini Rencana BPKAD Bintan untuk Menutupinya

"Karena semakin kecil defisit APBD maka tandanya semakin sehat. Apalagi kalau bisa mencapai hingga nol rupiah,"kata Yandrinsyah

APBD Bintan Masih Defisit, Nilainya Sekitar Rp 48 Miliar, Ini Rencana BPKAD Bintan untuk Menutupinya
TRIBUNBATAM.id/AMINNUDIN
Kepala BPKAD Bintan Yandrinsyah saat memaparkan profil APBD Tahun Anggaran 2019 

"Karena semakin kecil defisit APBD maka tandanya semakin sehat. Apalagi kalau bisa mencapai hingga nol rupiah,"kata Yandrinsyah.

Ia menambahkan, berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Tahun 2018, disebutkan, maksimal defisit APBD untuk tahun 2018 sebesar 4 persen. Artinya, defisit Bintan di 2019 ini sudah memenuhi ketentuan.

"Jadi defisit kita sudah sesuai ketentuan Pasal 3 ayat 1 PMK Nomor 106/PMK.07/2018 4 persen (pendapatan dikalikan 4 persen tentang Batas Maksimal defisit APBD,"kata Yandrinsyah.

Sama dengan tahun sebelumnya, profil APBD Bintan 2019, dari segi pendapatan, masih didominasi dana APBN transferan dana perimbangan.

Dana perimbangan adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada daerah (otonom) untuk mendanai kebutuhan daerah.

Persentase dana perimbangan ke APBD Bintan mencapai 60 persen. Pendapatan Asli Daerah (PAD) Bintan sendiri berkisar 20 persen ke APBD.

"PAD kita di APBD ada 20 persen. Sedangkan dana perimbangan transfer pusat seperti dana alokasi umum, DAK dan transfer lainnya kurang lebih 60 persen bahkan sampai 70 persen,"kata Yandrinsyah.

Sisanya, sebesar 13 persen bersumber dari penerimaan daerah lain yang sah. (min)

Penulis: Aminnudin
Editor: nandrson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved