CATAT! Tidak Semua Paku Berkarat Menyebabkan Tetanus, Ini Penyebab Sebenarnya Infeksi Tetanus

Paku atau besi tajam yang berkarat sering sekali disebut menjadi dalang infeksi tetanus.

foto : tribunnews
Paku Berkarat 

Jadi hal yang harus kita pahami mulai sekarang adalah tetanus disebabkan oleh luka terbuka kita mengenai benda yang ada bakterinya.

Tidak Harus Benda yang Terlihat Kotor

Nah, pemahaman lain yang harus kita pahami juga adalah enggak semua benda yang terlihat bersih bisa aman bagi kita.

Link Live Streaming Drama 100 Days My Prince Jumat (5/4), Tayang Di Trans TV Pukul 18.00 WIB

Kampanye Jokowi di Batam, Polda Kepri Siagakan 950 Personel Pengamanan

Manchester United Bertanding Juli di Singapore, Hari Pertama Penjualan Tiket Langsung Antre Panjang

Khawatir Pulau Dibeli Orang Asing, Pemkab Anambas Didesak Buat Perda Terkait Soal Pariwisata

Karena bakteri enggak terlihat dengan mata telanjang, jadi benda yang bersih dilihat oleh mata bisa saja sebenarnya mengandung bakteri.

Contohnya adalah misalnya kita bisa saja kena infeksi tetanus dari pisau dapur yang kelihatannya bersih.

Dipakai setiap hari dan selalu dicuci, enggak menjamin pisau dapur di rumah kita itu aman dari bakteri, girls.

Dilansir dari laman kompas.com, di lingkungan biasa, bakteri C tetani bisa tersimpan dalam bentuk spora. Nah, mereka ini jadi bisa bertahan dalam kondisi ekstrem untuk jangka waktu yang sangat lama, selama masih ada oksigen.

Cara Kerja Bakteri di Dalam Tubuh

Jadi ketika bakteri dalam bentuk spora ini masuk ke dalam tubuh kita, maka dia akan berkembang biak dan menghasilkan racun berbahaya dalam darah yang nantinya akan terdistribusi ke seluruh tubuh.

Racun ini lah yang jadi penyebab kita mengalami tetanus, jadi dalam kata lain sebenarnya racun yang dihasilkan bakteri ini bukan bakterinya yang jadi penyebab tetanus yang sebenarnya.

Untuk itu, penting banget bagi manusia untuk diberikan vaksin tetanus. Dimulai dari saat kecil harus ada rangkaian tetanus yang diberikan, lalu ketika dewasa vaksin harus diperbaiki setidaknya 10 tahun sekali.

(Indah Permata Sari)

Sumber: Grid.ID
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved