PEMILU DAN PILPRES 2019
Petugas KPPS Kelelahan, 5 Orang Masuk Rumah Sakit Sekaligus Hingga Ada yang Meninggal
Ketua PPK Karang Pilang Rohim mengungkapkan, penundaan perhitungan suara Pemilu 2019 itu terjadi karena lima orang anggotanya mengalami kelelahan
TRIBUNBATAM.id, SURABAYA - Pemilu dan Pilpres 2019 ini betul-betul cobaan yang sangat berat bagi para petugas KPPS karena tenaga, fikiran dan waktu mereka terfosir habis.
Seperti yang terjadi di Surabaya, rekapitulasi perhitungan suara Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Karang Pilang yang harusnya dilangsungkan Jumat (19/4/2019), terpaksa ditunda.
Ketua PPK Karang Pilang Rohim mengungkapkan, penundaan perhitungan suara hasil Pemilu 2019 itu terjadi karena lima orang anggotanya mengalami kelelahan sehingga dilarikan ke rumah sakit.
• Polisi Jaga Ketat Proses Rekapitulasi Penghitungan Suara di PPK, Siagakan Alat Pemadam Api
• Mahasiswi Dihabisi dengan 27 Tusukan di Hotel. Pelaku Tersinggung Korban Berkata Kasar
• 5 Artis Mungkin Gagal ke DPR Berdasar Quick Count Pemilu 2019, Angel Lelga hingga Vicky Prasetyo
"Ada juga yang suaranya hilang, ngomong aja nggak bisa, saking lelahnya," katanya saat ditemui TribunJatim.com Jalan Kebraon Praja 2 No. 1, Kebraon, Karang Pilang, Kebraon, Karang Pilang, Jumat (19/4/2019).
"Karena faktor kelelahan, sejak kemarin kami keliling terus, setiap ada laporan di PPS kami datangi," lanjutnya.
Rencananya, prosesi rekapitulasi perhitungan suara akan dilangsungkan mulai Jumat (19/4/2019) hingga delapan hari kedepan.
Namun, karena faktor kesehatan para anggotanya, Rohim memastikan proses rekap akan berlangsung Sabtu (20/4/2019).
"Kami tunda, besok Sabtu kami mulai jam 8 Pagi," tukasnya.
Berdasarkan Peraturan Komisi Perhitungan Umum (PKPU), proses rekap dijadwalkan berlangsung 17 hari.
Atas penundaan ini, Rohim telah berkoordinasi dengan pihak Parpol yang telah menerjunkan beberapa orang saksi ke Kantor Kecamatan Karang Pilang, tempat beralgnsungnya rekapitulasi.
"Semalam saya lihat wajahnya teman-teman sudah pucat semua, padahal sudah janji sama Para Parpol untuk pleno, untungnya mereka mau ditunda," tandasnya.
Meninggal di Malang
Sebelumnya, Agus Susanto (40) petugas KPPS di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 4 Kelurahan Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang meninggal dunia.
Agus Susanto meninggal dunia diduga juga karena kelelahan.
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Malang Zaenudin mengatakan, Agus Susanto meninggal saat istirahat di rumahnya, di RT 06 RW 01 Kelurahan Tlogomas, Kamis (18/4/2019) sekitar pukul 03.00 WIB.

"Satu petugas kami di TPS 4, Kelurahan Tlogomas habis menyelesaikan tugasnya, dan sudah pengiriman kotak suara di tingkat Kelurahan, kemudian istirahat di rumah dan beliau dipanggil oleh Allah," katanya.
Meninggalnya Agus cukup mengejutkan karena tidak menunjukkan tanda-tanda bahwa sedang menderita sakit atau kelelahan.
Sementara itu, petugas KPPS memang harus bekerja ekstra menjelang dan saat pelaksanaan pencoblosan.
Setelah dilantik, petugas KPPS langsung menjalani bimbingan teknis, sosialisasi dan membagikan form C6 atau undangan kepada pemilih.
Setelah itu, mereka harus mendirikan TPS, memastikan berjalanya pelaksanaan pencoblosan, penghitungan surat suara dan mengantarkan kotak suara ke kelurahan.
Pemilu serentak yang terdiri dari pemilihan presiden, DPR RI, DPRD Provinsi, DPRD Kota/Kabupaten serta DPD membuat tahapan penghitungan surat suara berlangsung lama.
"Atas nama KPU Kota Malang, kami menyampaikan belasungkawa dan Insya Allah hari ini akan ke rumah duka," jelasnya.
Zaenudin mengatakan akan melaporkan kejadian itu kepada KPU Jawa Timur sebagai bahan evaluasi untuk Pemilu serentak berikutnya.
Tidak ada fasilitas asuransi untuk petugas KPPS. Namun, pihaknya akan memberikan santunan kepada keluarga Agus.
Meninggal di Karawang
Di Karawang, Jawa Barat, seorang anggota KPPS di TPS 04, Desa Cilewo, Kecamatan Telagasari, Kabupaten Karawang, Yaya Suhaya (71), meninggal dunia.
Yaya diduga meninggal akibat kelelahan sesudah menjalani serangkaian kegiatan Pemilu yang melelahkan.
Ketua KPU Kabupaten Karawang Miftah Farid mengungkapkan, ia mendapat kabar duka Yaya meninggal di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karawang pada Jumat (19/4/3019) dini hari.
Farid mengungkapkan, sebelum dilarikan ke rumah sakit, Yaya selesai menjalankan tugasnya hingga mengantarkan kotak suara ke tingkat kelurahan.
"Atas nama KPU Karawang kami mengucapkan bela sungkawa kepada keluarga almarhum," katanya.
Ia mengaku akan melaporkan meninggalnya anggota KPPS tersebut ke KPU pusat, sebagai bahan pertimbangan pemilu berikutnya.
Sebab, kejadian tersebut tak hanya terjadi di Karawang.
"Kami pun akan menyampaikan hal ini ke KPU RI, karena banyaknya (anggota) KPPS yang meninggal dunia," katanya.
Farid mengatakan tidak ada asuransi bagi KPPS.
Akan tetapi, pihaknya akan patungan untuk meringankan beban keluarga.
KPPS telah bekerja keras pada rangkaian Pemilu 2019, mulai dari sosialisasi, pelaksanaan pencoblosan, hingga penghitungan perolehan suara.
Pemilu kali ini memang berbeda dengan pemilu sebelumnya, di mana pemilihan presiden berbarengan dengan pemilihan legislatif.
Artikel ini dikompilasi dari Tribun Jatim, Surya Malangdan Tribun Bogor.