Breaking News:

TANJUNGPINANG TERKINI

Kasus Dokter Suntik Bidan, Hakim Tolak Permintaan Penangguhan Penahanan, Dokter Yusrizal Menangis

Dokter Yusrizal menangis, setelah Majelis Hakim memutuskan menolak permintaan penangguhan penahanan dan tahanan kota

Penulis: | Editor: Mairi Nandarson
TRIBUNBATAM.id/WAHIB WAFA
Dokter Yusrizal Saputra (baju putih tengah) menangis usai persidangan dan dipeluk rekan-rekannya, Selasa (30/4/2019). 

Alasan lain, karena terdakwa bukan satu-satunya dokter hingga menjadi alasan pihak RSUP memberikan jaminan kepada sang dokter.

Sementara itu pengacara Dokter Yusrizal Andi Asrun (Ralat dari sebelumnya Andi Asrul) mengaku tidak sepakat dengan apa yang diputuskan dalam melakukan penahanan.

Ia menyebutkan terdakwa sudah tepat diberikan penangguhan atau tahanan kota, namun ini tidak dilakukan oleh majelis hakim.

Tottenham vs Ajax Live RCTI, Empat Mantan Pemain Ajax yang Akan Jadi Andalan Spurs Lawan Ajax

LIGA 1 2019 - Inilah Daftar Lengkap 27 Pemain Semen Padang FC

AFC CUP 2019, PSM Makassar vs Home United Selasa (30/4) Jam 15.00 WIB, Prakiraan Pemain PSM

"Majelis hakim harusnya lebih bijaksana dalam menilai persoalan ini."

"Dasar kita apa yang mau dihilangkan barang bukti, kemudian saksi mana yang akan dipengaruhi, mengulangi perbuatan yang sama seperti apa dan kabur gimana orang dia jelas alamat dan keluargannya," ujar Andi Asrun.

Andi Asrun menyebabkan ada barang bukti dalam kasus ini yang diikut sertakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) seperti halnya celana dalam.

"Ada alat bukti yang tidak kuat seperti Celana Dalam. Apa korelasi barang bukti celana dalam itu dengan hasil visum."

"Terus apa memang ada kaitannya dengan bajunya koyak. Kan tidak ada. Ini kan jadi fitnah namanya," kata Andi Asrun.

Dalam dakwaan majelis hakim secara singkat diceritakan awalnya Deatriana Dewanti diminta untuk memberikan infus kepada dokter Yusrizal di rumahnya.

Namun karena tak bisa memasang jarum infus, Dokter menawarkan suntikan vitamin C kepada sang bidan.

Setelah disuntik ternyata korban mengalami penurunan kesadaran hingga tak sadarkan diri.

Ternyata korban juga disuntik hingga 56 kali.

Korban akhirnya melaporkan ke Polres Tanjungpinang usai pulih dari perawatan medis akibat luka suntikan. (tribunbatam.id/wfa)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved